Date Sabtu, 26 July 2014 | 20:10 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pemprov Kawal Surat Edaran Bersama

Kontainer Diawasi Keta

Kamis, 24-05-2012 | 13:08 WIB | 185 klik

Padang, Padek—Selain membenahi moda angkutan penumpang, Pemprov Sumbar meningkatkan penertiban angkutan barang (kontainer) yang juga rawan kecelakaan. Caranya, memaksimalkan pengawasan dan penindakan.

“Kami akan merazia kontainer yang tidak dilengkapi pengamanan dalam beroperasi,” ujar Kepala Bidang Teknik Sarana dan Keselamatan Angkutan Darat Con Aspi kepada Padang Ekspres, kemarin (23/5) di ruang kerjanya.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Bersama Nomor: B/65/V/2012, nomor : 569/ Edaran-PJTRP/ 2012 dan nomor 551.23/ 978/ Dishub Komimfo-SB/ 2012. Surat itu ditandatangani pada 1 Mei lalu oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Ibnu Isticha, Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Suprapto dan Kepala Dinas Perhubungan Kominfo, Akmal.

Surat edaran ini dibuat untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta mencegah kerusakan jalan dan jembatan akibat kelebihan muatan kendaraan angkutan barang.

Dalam surat edaran bersama itu, kendaraan angkutan barang harus memuat barang sesuai daya angkut yang diizinkan sesuai buku uji/buku kir kendaraan. Bagi yang melanggar, diberi tindakan berupa tilang ke pengadilan, pembongkaran kelebihan muatan dan larangan melanjutkan perjalanan kembali ke daerah asal barang.

“Kami mengharapkan kerja sama para pengusaha angkutan dan pengemudi serta pengguna jasa angkutan barang agar dapat mematuhi ketentuan daya angkut kendaraan sesuai aturan,” ujarnya.

Penertiban angkutan yang melebihi muatan telah dilakukan Pemprov Sumbar sejak Juli 2011 lalu. Dari penertiban tersebut, 20 ribu angkutan ditilang dan dibongkar muatannya.

Dishub Sumbar telah berulangkali mengingatkan Koperasi Pengangkutan Barang Pelabuhan (Kopanbapel) Teluk Bayur agar menyeleksi kendaraan yang akan membawa kontainer. “Kendaraan yang membawa kontainer harus sesuai kapasitas angkutnya dan dilengkapi translock kontainer atau pengunci kontainer,” ujarnya.

Pengamanan Kontainer

Pantauan Padang Ekspres di Teluk Bayur, Kopanbapel langsung merespons kebijakan tersebut. Para sopir yang melanggar langsung ditegur dan diminta dipasang pengunci kontainer. Meski begitu, masih banyak sopir yang nakal dan langsung berangkat tanpa memperhatikan pengunci kontainer.

“Kami sudah mendapatkan perintah dari Kopanbapel tentang pengaman kontainer di atas truk. Kami juga sebagai pengurus akan ikut menindak setiap sopir yang tak memiliki safety pada kontainernya,” kata Muhardi, 54, salah seorang sopir truk kontainer.

Meski begitu, tak semua sopir bisa melaksanakannya. Sebab, lock container hanya dimiliki perusahaan bongkar muat kapal alias tidak diperjualbelikan. Alhasil, sopir hanya mempunyai safety container seadanya. Selain itu, sopir juga beralasan karena jarak tempuhnya dekat, sehingga tak perlu alat pengaman yang ketat.

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA