Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 10:02:43 WIB
NASIONAL

Hari Ini, Pelunasan Biaya Haji Ditutup

Antrean Reguler Capai 1,8 Juta Orang

Padang Ekspres • Selasa, 22/05/2012 14:53 WIB • * • 1248 klik

Jakarta, Padek—Pelunasan biaya pe­nye­­lenggaraan ibadah haji (BPIH) khu­sus, akan ditutup pukul 15.00 WIB hari ini. Dari pantauan di Sistem Kom­puterisasi Haji Terpadu (Sis­kohat) Kementerian Agama (Ke­menag) kemarin siang (21/5), menunjukkan jika seluruh kur­si yang tersedia hampir penuh.

 

Kepala Bagian Siskohat Amin Akkas menerangkan, pemerintah memberi kuota haji khusus sebanyak 17 ribu orang. Dari jumlah terse­but, sebanyak 877 kursi dialo­ka­sikan untuk petugas haji dari PIHK (penyelenggara iba­dah haji khusus) yang terdiri atas pem­bimbing, dokter, dan pengurus op­e­ra­sional jamaah. Sedangkan kursi murni untuk jamaah sebanyak 16.123.

 

Dari jatah 16.123 kursi, hingga pukul 14.30 kemarin, sudah terisi 15.976 orang. Se­hingga yang tersisa timggal 147 kursi saja. Nominal BPIH Khusus ditetapkan pe­merintah minimal USD 7.000 per jamaah.

 

”Setiap detik pelunasan terus bertambah. Kami yakin besok terpenuhi,” kata Amin.

 

Siskohat mendata 15.976 orang yang sudah melunasi BPIH Khusus tadi terdaftar dari sedikitnya 247 unit PIHK. Pemerintah sudah tegas mengatur jika satu PIHK harus memberangkatkan minimal 50 orang dan maksimal 200 orang. Jika ada PIHK yang mendapatkan jamaah kurang dari 50 orang, harus digabung dengan PIHK lain.

 

Jika dirunut dari wilayah pelunasan BPIH Khusus, data di Siskohat menunjukkan Provinsi DKI Jakarta paling tinggi dengan 2.510 orang. Disusul kemudian Jawa Barat (2.224), Sulawesi Selatan (1.987), Jawa Timur (1.926), Kalimantan Timur (1.550), dan Kalimantan Selatan (1.229).

 

Amin menegaskan, potensi adanya kursi kosong pada haji khusus cukup kecil. Sebab, lama antrean jamaah haji khusus saat ini rata-rata tiga tahun. Siskohat mencatat, sampai 1 Mei lalu jumlah waiting list jamaah haji khusus mencapai 45.445 orang.

 

Selain memaparkan soal haji khusus, Amin juga menjabarkan perkembangan antrean jamaah haji reguler. Per 1 Mei lalu, jumlah antrean mencapai 1.800.478 orang. Dengan jumlah sebanyak itu, di beberapa provinsi, panjang antrean mencapai 12-13 tahun. Di antaranya Sulawesi Selatan.

 

Amin menuturkan, pemerintah akan terus berupaya memangkas panjang antrean. Khususnya bagi jamaah yang berusia lebih dari 80 tahun. Data di Siskohat menunjukkan jamaah dengan umur lebih dari 80 tahun per 1 Mei mencapai 5.246 orang.

 

Skenario pemerintah untuk memangkas jamaah haji usia lanjut adalah memanfaatkan kuota tambahan yang diberikan pemerintah Arab Saudi. Tahun lalu, pemerintah Saudi memberikan kuota tambahan kepada Indonesia sebanyak 10 ribu. Dari jumlah tersebut, pemerintah mengalokasikan 300-an untuk jamaah lansia dan pendampingnya. “Logikanya, tidak mungkin kan jamaah haji lansia itu berangkat sendiri. Mereka pasti didampingi keluarga,” tandas Amin.

 

Lantas bagaimana dengan tahun ini? Amin mengatakan belum ada kepastian. Seandainya pemerintah Saudi memberikan kuota tambahan seperti tahun lalu, maka alokasi untuk lansia juga sama seperti tahun lalu. Yaitu 300-an kursi. Sementara jika usulan penambahan kursi sebanyak 30 ribu terpenuhi, maka jatah untuk lansia bisa lipat tiga. (wan/nw/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!