Date Sabtu, 26 July 2014 | 22:10 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

30 Sekolah Ikuti Seleksi Nasional

Kamis, 17-05-2012 | 15:00 WIB | 509 klik

Padang, Padek—Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumbar mengajukan 30 sekolah untuk mengikuti tahapan seleksi sekolah adiwiyata tingkat nasional.

“Tahun ini ada 218 sekolah yang ikut program ini. Dari seleksi yang kami lakukan, lolos 70 sekolah. Setelah itu, dilakukan lagi seleksi di tingkat nasional sehingga menjadi 30 sekolah,” ujar Kepala Bapedalda Sumbar Asrizal Asnan, kemarin (16/5) di ruang kerjanya.

Daerah yang berpartisipasi dalam seleksi itu hanya 15 kabupaten/kota. Sedangkan 5 kota dan kabupaten tidak mengikuti program tersebut. Kota dan kabupaten yang tidak mengikuti program adiwiyata tingkat nasional adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Sijunjung.

Dia menyebutkan sekolah yang diikutkan mengikuti tahapan seleksi ditingkat nasional adalah SDN 13 Batugadang, SD 03 Alai, SDN 13 Surau Gadang, SDN 20 Indarung, SD 10 Sungaisapih, SDIT Adzkia, MTSn Model, SMP 8 , MTSN Kuranji, SMP Semen Padang, SMP 11, SMA 3 Padang, SMAN 6 Padang, MAN 2 Padang dan SMAKPA.

Kemudian SDN 13 Aur Malintang, SMA 1 Lubukalung, SD 01 Kurai Taji Pauh, SD 06 ATTS, MTsN 1 Pessel, SDN 04 Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan, SMA 2 Lubukbasung, SDN 17 Arto IV Korong, SMPN 3 Koto Singkarak, MAN 2 Kabupaten Tanahdatar, SDN 31 Balai Labuah Lima kaum, SMA 2 Payakumbuh, SD 66 Payakumbuh, SD 02 Balai Nan Duo, SDN 05 Pauh Kabupaten Pasaman.

Katanya, program adiwiyata untuk menciptakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Sekolah adiwiayata di Sumbar saat ini sudah cukup beragam dan tersebar di kota dan kabupaten. Kota Padang sebanyak 7 sekolah yakni SMP 24 (adiwiyata mandiri), SD 10 Sungaisapih, SD 13 IV Kota SMP Negeri 11 dan SMAN 6 Padang. Sedangkan di Kabupaten Padangpariaman, SD 13 Kota AurMalintang dan Kabupaten Agam SMA 2 Lubukbasung.

“Selayaknya sebuah sekolah menjadi tempat persingahan yang nyaman dan menyenangkan. Kenyamanan dan ketenangan secara psikologis akan berpengaruh terhadap cara dan hasil belajar siswa, hubungan antara segenap warga sekolah merupakan ikatan yang memberikan pencitraan terhadap kondisi sekolah,” ujarnya.

Asrizal Asnan mengatakan dalam minggu ini tim pusat akan turun untuk memantau sekolah adiwiyata tingkat nasional yang diusulkan oleh pemerintah Provinsi Sumbar. Ada 4 indikator yang dinilai dalam program sekolah adiwiyata yaitu kebijakan kepala sekolah, kurikulum, pola kemitraan sekolah dan stakeholder dan sarana dan prasarana.

“Untuk verifikasi sekolah yang diusulkan menjadi calon sekolah adiwiyata tingkat nasional ini, kami melakukan seleksi yang sangat ketat sekali. Peluang untuk sumbar untuk dapat lebih banyak sekolah masuk dalam program adiwiyata tingkat nasional akan lebih besar karena sekolah yang ikut lebih banyak. Tahun lalu hanya 15 sekolah yang diusulkan. Sedikitnya pengiriman sekolah mengikuti program adiwiyata di tahun lalu, karena menggunakan sistem kuota, tahun ini tak berlaku lagi sistem kuota tersebut,” ujarnya. (ayu)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA