Date Jumat, 1 August 2014 | 10:42 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Stop Izin PO Yanti Group

Rabu, 02-05-2012 | 21:37 WIB | 5127 klik
Stop Izin PO Yanti Group

kondisi mobil bus yanti yang sudah hangus tinggal puing -puing

TRAGEDI maut PO Yanti Group menyentak rasa kemanusiaan. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan DPRD Sumbar meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengusut tuntas musibah tragis ini.


”Kita berharap KNKT turun tangan untuk persoalan ini. Biar jelas apakah karena kelalaian atau ada unsur pelanggaran hukum. Kami ingin bukan penyebabnya saja yang diusut, tapi proses hukumnya juga harus ditegakkan,” kata Ketua Komisi III DPRD Sumbar, HM Nurnas.


”Apakah operasionalnya distop atau tidak, tergantung rekomendasi KNKT. Karena kita ketahui beberapa kecelakaan cenderung disebabkan kendaraan tidak laik jalan,” paparnya.


Untuk kasus terbakarnya bus PO Yanti itu, Nurnas menduga ada unsur kelalaian, baik oleh dinas Perhubungan maupun pemilik jasa angkutan.


Terutama menyangkut uji kir atau uji fisik kendaraan. Selama ini ada kecenderugan pemilik kendaraan mengabaikan uji kir.


”Penyedia angkutan harus sadar dengan kondisi kendaraannya dan setiap saat harus melakukan uji kir rutin. Di sisi lain, dinas terkait juga perlu melakukan pengecekan apakah kendaraan yang beroperasi itu sudah uji kir atau belum,” tuturnya.


Perketat Kir
Gubernur Irwan Prayitno saat meninjau korban PO Yanti di RS Adnaan WD Payakumbuh, mewanti-wanti dinas terkait selektif mengeluarkan kir dan memperketat izin trayek.


Menurut informasi, PO Yanti bernopol BA 3653 L mengurus perpanjangan kir di Pekanbaru. Sebelumnya, PO Yanti mengurus kir di Sumbar. “Benar atau tidaknya mereka mengurus perpanjangan kir di sana, tentu akan dikroscek lagi,” ujarnya.


Kepala Jasa Raharja Sumbar Abdul Haris mengatakan, 13 korban tewas akan mendapatkan santunan sebesar Rp 25 juta per orang. Sedangkan untuk korban luka-luka, mendapatkan premi tanggungan Rp 10 juta. “Korban kebakaran PO Yanti kami tanggung biaya pengobatannya. Insya Allah Jumat ini akan langsung kami bayar santunannya,” ujarnya. Jasa Raharja masih menunggu proses identifikasi jenazah. “Setelah hasil otopsi dan jelas, siapa korbannya baru santunan kami berikan,” jelasnya. (frv/ope/bis/ayu/mg9)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA