Date Rabu, 30 July 2014 | 14:01 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pasaman Kebagian Royalti hingga Rp200 M per Tahun

Panas Bumi Bonjol Dilelang

Senin, 30-04-2012 | 13:20 WIB | 901 klik

Pasaman, Padek—Sebentar lagi, Kabupaten Pasaman akan menjelma menjadi daerah yang kaya raya. Potensi panas bumi (geothermal) yang tersimpan di perut bumi Pasaman akan segera dieksploitasi.


Salah satunya, potensi panas bumi di Bonjol, Kecamatan Bonjol. Dari royalti panas bumi Bonjol ini, pemerintah daerah diperkirakan akan mendapatkan royalti sebesar Rp100-200 miliar per tahunnya. Sungguh angka yang cukup fantastis. Tentunya keuntungan yang diperoleh pemerintah daerah ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Pasaman.


Bupati Pasaman, Benny Utama didampingi Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pasaman, Hasrizal mengatakan panas bumi Bonjol pada saat ini telah dilaksanakan proses pelelangan tahap I. Potensi energi panas bumi yang tersimpan di Bonjol ini memiliki kapasitas sekitar 200 Megawatt (MW).


”Ini momentum awal kebangkitan Pasaman. Dengan potensi panas bumi yang dimiliki, Pasaman cuma tinggal menunggu waktu untuk mencapai kemajuan luar biasa,” kata bupati.


Potensi panas bumi Bonjol ini tersebar di 4 lokasi yakni di lokasi Kambahan/Air Putih, lokasi Mudik Takih/Mudik Bonjol, lokasi Sungai Limau dan lokasi Padang Baru.


Selain di Bonjol, di beberapa wilayah Pasaman juga terdapat sumber panas bumi potensial untuk dikembangkan sebagai pembangkit listrik. Pada saat ini sedang dilakukan survei terpadu oleh badan geologi pusat.


Seperti potensi panas bumi di Simisoh Kecamatan Rao, potensinya 100 MW. Potensi panas bumi Cubadak Kecamatan Duo Koto, potensinya 100 MW, potensi panas bumi Rimbo Panti Kecamatan Panti, potensinya 150 MW, potensi panas bumi Lubuksikaping Kecamatan Lubuksikaping potensinya 100 MW, dan potensi panas bumi Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan potensinya 100 MW. Jadi, total potensi panas bumi yang terkandung diperut bumi Pasaman sekitar 850 MW.


Secara nasional, Indonesia memiliki potensi panas bumi sebesar 29.038 MW. Dari jumlah tersebut realisasi pengembangannya baru 1.226 MW. Sedangkan Sumbar memiliki potensi panas bumi sebesar 1.450 MW, di mana sebesar 850 MW nya berada di perut bumi Kabupaten Pasaman. ”Ini membuktikan Pasaman kaya potensi panas bumi sehingga sangat potensial untuk pengembangan pembangkit tenaga listrik.”


Berkaitan dengan itu, Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi Bonjol telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM No.1150.K/30/MEM/2011, tentang Penetapan Wilayah Kerja Pertambangan Panas Bumi di daerah Bonjol. ”Setelah didapatkan pemenang lelangnya nanti, maka eksplorasi panas bumi Bonjol akan segera dilaksanakan,” tutur bupati.


Soal keuntungan, bupati menyebutkan pemerintah daerah mendapatkan royalti 32 persen dari seluruh hasil yang dikeluarkan investor. Jumlahnya diperkirakan mencapai Rp100-200 miliar per tahun. (eri/adv)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA