Date Sabtu, 2 August 2014 | 09:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Diagnosa Medis Dulu, Baru Dibekam

Melirik Pengobatan Herbal di Padangpanjang

Rabu, 25-04-2012 | 10:17 WIB | 542 klik

Masyarakat kini lebih menyukai pengobatan tradisional yang menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan. Istilah kerennya, pengobatan herbal yang dinilai lebih aman dari pengobatan yang menggunakan zat kimia. Obat ini tak mengakibatkan efek samping/negatif yang berbahaya bagi tubuh manusia. Pendek kata, obat herbal juga mampu mengatasi berbagai penyakit berat, seperti kolesterol dan hipertensi.


Tak terkecuali di Padangpanjang. Banyak PNS di Kota Serambi Mekkah memanfaatkan jam istirahat kerja untuk melakukan cek kesehatan ke Pondok Herbal di Pasar Usang, Padangpanjang Barat. Rosnida (nama samaran, red) merasakan sakit di sejumlah anggota tubuh. PNS paruh baya ini memiliki riwayat penyakit asam urat, kolesterol dan hipertensi. ”Saya ingin tahu, apakah penyakit saya kambuh atau tidak. Kalau tidak, saya ingin berobat di sini,” ujar PNS Dinas Kesehatan Padangpanjang ini.


Pondok Herbal ini dikelola pasangan suami istri (pasutri), Budiono dan Adranila. Keduanya berlatar belakang medis. Adranila sendiri, lulusan perguruan tinggi dari Malaysia. Sementara suaminya, Budiono adalah lulusan salah satu perguruan tinggi di Pulau Jawa.


Sebelum melayani pasien yang akan dibekam, Budiono selalu melakukan diagnosa untuk mengetahui penyebab penyakit. ”Dalam satu jenis penyakit, tidak harus menggunakan obat yang sama. Makanya, harus dianalisa medis terlebih dulu. Seperti Hypertensim, penyakit sistem pencernaan,” ulas Budiono.


Pondok Herbal juga ditunjang dengan sejumlah perlengkapan medis seperti alat pengukur tensi, kolesterol dan asam urat. Kami juga memiliki alat canggih Iridologi untuk diagnosa penyakit.


”Dengan alat berupa kamera yang berguna untuk meneropong titik-titik gejala penyakit dalam tubuh pasien melalui bola mata. Alat ini terhubung dengan laptop yang telah dilengkapi software Iridologi.


Dalam mendeteksi penyakit, pasien tidak harus buka baju. Pasien perempuan langsung ditangani istri saya,” terang rang sumando Pasar Usang itu.


Sesuai konsep Thibbun Nabawi, Budiono dalam menjalankan praktik pengobatan herbal mengacu pada petunjuk dan pengajaran Rasulullah. Setiap pasien yang berobat, tidak diposisikan sebagai pasien. Obat yang paling utama dalam penyembuhan suatu penyakit yakni faktor spiritual atau perasaan. ”Selain melakukan diagnosa medis, kami juga mengutamakan silaturahmi. Dengan adanya hubungan hati yang baik, insya Allah pasien akan lebih terbuka tentang apa yang dikeluhkannya,” tuturnya.


Begitu pula dalam perihal kebutuhan obat, Budiono selalu memberikan pilihan kepada pasien. ”Melalui silaturahmi ini, kita juga dapat meraba-raba kemampuan si pasien. Untuk satu penyakit tidak tergantung pada satu obat, maka pasien bisa mendapatkan obat di sekeliling tempat tinggalnya. Kita hanya menunjukkan apa yang harus dicari dan bagaimana cara membuat obat tersebut,” pungkas pegawai RSUD Padangpanjang itu.


Terkait pengobatan herbal, Budiono menyebutkan bocorannya bahwa di Padangpanjang sangat banyak tumbuhan obat-obatan. ”Tinggal lagi bagaimana masyarakat dapat mengetahui fungsi tumbuh-tumbuhan untuk jenis penyakit apa,” pungkasnya. Pondok Herbal sendiri beraktivitas mulai pukul 13.00 hingga pukul 18.00. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA