Date Rabu, 30 July 2014 | 12:00 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Tanggulangi Bencana, BPBD Bentuk KKLK

Senin, 23-04-2012 | 14:36 WIB | 217 klik

Bukittinggi, Padek—Diawali dengan pembentukan Kelompok Kebakaran Lingkungan Kelurahan (KKLK) tahun 2010 lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bukittinggi, bakal melanjutkan pembentukan wadah swadaya warga kelurahan untuk membantu penanggulangan bencana, khususnya kebakaran di lingkungan masing-masing.


Sebelumnya, KKLK tahun 2010 yang baru mencakupi enam kelurahan itu, bakal disempurnakan lagi, baik nama maupun struktur organisasinya dan akan dilengkapkan pada 18 kelurahan yang masih belum terbentuk. “Sesuai tugas sosial-kemanusiaan bagi BPBD, keterlibatan warga disekitar tempat kejadian sangat,” kata Sekretaris Pelaksana BPBD, Zul Amri, kemarin.


Zul Amri yang didampingi Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bukittinggi, Syafar menyebutkan, warga lingkungan lah yang selama ini banyak memberikan bantuan terhadap setiap bencana, khususnya saat terjadinya kebakaran. Karena akan lebih baik bila di setiap lingkungan sudah ada wadah swadaya yang mengambil langkah awal pemberian bantuan.


Dengan peranan kelompok swadaya masyarakat kelurahan itu, banyak tugas yang dapat dilakukan, seperti proses evakuasi terhadap benda atau korban serta pengamanan lokasi, sehingga tidak mengganggu penangggulangan bencana oleh petugas terkait (BPBD). Apabila Tagana sudah terbentuk di daerah lain, maka sejak tahun 2010 lalu di Bukittinggi juga sudah terbentuk KKLK.


Namun pembentukannya baru sampai pada 6 kelurahan, dari 24 kelurahan yang ada di kota Bukittinggi. Pada setiap kelompok swadaya tiap kelurahan tersebut, selain diberikan penyuluhan sampai keterampilan dalam menanggulangi berbagai bentuk bencana, juga akan diberikan bantuan peralatan yang dapat membantu tugas, seperti pesawat hotel tenggo (HT) dan racun api.


Dalam penanggulangan yang dilakukan, perlunya peranan petugas instansi terkait untuk pengamanan lokasi bencana. (rul)


BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA