Date Selasa, 29 July 2014 | 15:39 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Wako Fauzi Reuni di HUT ke-50 Kopaska

Haru Biru, Fauzi juga Berusia Setengah Abad

Jumat, 20-04-2012 | 14:02 WIB | 1173 klik
Haru Biru, Fauzi juga Berusia Setengah Abad

TETAP KOMPAK: Wako Padang, Fauzi Bahar bersama rekan-rekan seangkatan usai HUT k

Fauzi Bahar tak pernah lupa dengan kesatuan almamaternya TNI AL, khususnya pasukan katak. Betapa tidak, 17 tahun lamanya (1986-2003), ia digembleng untuk menjadi seorang pemimpin di Korps Jalesveva Jaya Mahe itu. Termasuk, delapan tahun di pasukan elite, pasukan katak (1995-2003). Kemarin (19/4), orang nomor satu di Padang itu melepas rindu bersama rekan-rekannya dalam HUT ke-50 Kopaska di Markas Kopaska, Pondok Dayung, Jakarta Utara.


Sejak pensiun dari TNI AL, dan terpilih menjadi Wako Padang (tahun 2003), Fauzi Bahar selalu diundang di HUT Kopaska. Bagi Fauzi, itu sebuah penghargaan yang luar biasa untuk dirinya. Makanya, putra Kototangah ini tak pernah absen menghadiri acara tersebut.


”Setiap HUT Kopaska, hati saya bergetar. Ingin rasanya kaki ini segera melangkah ke Pondok Dayung. Raso ka dicabiak se ari ko (ingin rasanya hari ultah tersebut segera datang),” kata Fauzi kepada Padang Ekspres, kemarin (19/4).


HUT ke-50 Kopaska, terasa spesial bagi wako Padang dua periode itu. Tahun ini, suami Muthiawati tersebut, juga berulang tahun ke-50. ”Haru saya dibuatnya. Perjalanan Kopaska sebagai pasukan elit TNI AL selama 50 tahun di Republik ini, sama dengan umur saya yang juga sudah setengah abad tahun ini,” tutur ayah tiga anak ini.


Kehadiran Fauzi mendapat perhatian dan sambutan dari teman-temannya. Fauzi, satu-satunya alumni Kopaska yang kini sukses menjadi kepala daerah (dua periode). Terobosan-terobosan yang dilakukan Fauzi, khususnya memberantas judi togel, wajib zakat dan mewajibkan seluruh siswa (SD-SMA) menghafal Asmaul Husna dan Juz Amma (yang kini sudah menasional), membuat teman-temannya bangga.


Upacara HUT ke-50 Kopaska kemarin dipimpin inspektur upacara, Dansatkopaska Armabar Kolonel Laut (P) Eko Suyatno. Eko Suyatno membacakan amanat Pangarmabar Laksamana Muda TNI Didit Herdiawan. ”Tugas Kopaska ke depan semakin berat, karena fungsi TNI AL dalam pengendalian laut (sea control) akan semakin kompleks dan penuh tantangan,” kata Eko.


Seperti diketahui, sejak kelahirannya tahun 1962, Pasukan Katak telah banyak mengukir prestasi dan menjadi catatan panjang dalam sejarah perjuangan TNI AL. Antara lain tergabung dalam Operasi Laut Pembebasan Irian Jaya, konfrontasi dengan Malaysia, penanggulangan separatis di berbagai daerah, penanggulangan perompakan di Selat Philips, Selat Malaka, Selat Bangka, dan perairan Aceh.


Di samping itu, Pasukan Katak juga dilibatkan secara aktif dalam kegiatan peace keeping operation PBB di Lebanon, serta terlibat dalam kegiatan operasi militer selain perang. Yakni bantuan kemanusiaan terhadap korban bencana, survei bawah laut, serta operasi search and rescue (SAR). Upacara juga dihadiri Laksamana Muda TNI Amri (Mabes TNI) serta sejumlah perwira tinggi dan menengah TNI lainnya.


Usai upacara, Fauzi kangen-kangenan dengan teman seangkatannya. ”Senang aja lihat teman-teman. Ada yang masih berpangkat sersan, ada juga berpangkat Letkol seperti pangkat saya waktu pensiun dan ada pula telah jadi Laksamana Pertama,” ulas Ketua DPD PAN Padang ini.


Banyak kenangan Fauzi selama berkarir di Kopaska. Ini bermula dari perjuangan dirinya mengikuti seleksi. Tak cukup satu kali bagi Fauzi untuk langsung lulus. Setelah beberapa kali mengikuti tes, barulah Fauzi dinyatakan lulus. Saat itu, ia bergabung bersama 299 teman-teman lainnya. Kopaska sendiri berkekuatan 300 orang. Satu grup di Armada Barat (Jakarta), dan satu grup di Armada Timur (Surabaya).


Tugas utama mereka menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi. Korps ini secara resmi didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Indonesia waktu itu, Soekarno untuk pembebasan Irian Jaya. Tim Detasemen Paska juga dipercaya menjadi pengawal pribadi VIP Presiden dan Wakil Presiden.


”Tak mudah bagi saya ketika itu. Kami harus survive di laut dan hutan. Ada juga rekan yang menyerah saat mengikuti pendidikan selama 10 bulan saat itu. Pikiran saya hanya satu, saat itu. Apa pun keadaannya, saya harus bertahan dan lulus. Meski saat itu, saya harus rela pisah dengan anak dan istri,” ungkap Fauzi yang juga mendapat kehormatan sebagai pelatih, usai lulus Kopaska.


Hingga kini, Fauzi masih bangga dengan Korps nya, TNI AL. Saking cintanya dengan TNI AL, Fauzi juga menitikberatkan pembangunan di sektor kelautan dan perikanan (maritim). ”Padang, kota di bagian paling barat Indonesia dan pintu pantai barat bagi Indonesia. Bila dibandingkan kota-kota lain di Indonesia, jarak kota Padang dengan Eropa atau Timur Tengah paling dekat, baik bila ditempuh melalui udara maupun melalui laut,” tukasnya.


Di negara mana pun, tambah Fauzi, selalu ada kota yang dapat menjadi transit ke kota-kota lain, seperti kota Frankfurt (Jerman). Kota Padang sebenarnya dapat difungsikan sebagai kota transit seperti ini. Mengelola laut perlu strategi juga. Ikan tuna datang ke wilayah tropis dalam enam musim selama setahun.

Perikanan itu seperti petani. Bila petani ke bukit atau hutan, maka kayu yang diambil adalah kayu api. Pohon-pohon yang besar tidak diambil, tetapi dibiarkan hidup. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA