Date Selasa, 29 July 2014 | 05:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pendidikan

Pengawas tak boleh Bantu Menjawab

5.069 Siswa jangan Percaya Soal Bocoran

Senin, 16-04-2012 | 13:37 WIB | 419 klik

Payakumbuh, Padek—Sebanyak 5.069 siswa-siswa SMA, SMK dan Madratsah Aliyah di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, dipastikan mengikuti Ujian Nasional 2012 mulai Senin (16/4) hingga Kamis (19/4) mendatang. Rinciannya, sebanyak 3.168 orang ujian di Payakumbuh, dan 1.901 orang ujian di Limapuluh Kota.


Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh Edvianus dan Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota Desri kepada Padang Ekspres secara terpisah, meminta siswa-siswi peserta ujian nasional untuk percaya diri dan jujur dengan diri sendiri. Jangan percaya dengan soal bocoran atau kunci jawaban.


”Soal bocoran atau kunci jawaban, biasanya beredar saat ujian. Kita minta, teman-teman pengawas mengawasi ini. Siswa-siswi jangan percaya begitu saja. Percayalah, soal ujian tidak akan bocor karena dikawal Polri,” ujar Desri tadi malam.


Desri juga meminta pengawas, menjalankan tugas dengan baik. ”Jangan sampai ada lembaran jawab anak yang tertinggal di dalam kelas, sehingga membuat mereka meraih nilai 0 saat hasil ujian nasional diumumkan nanti,” ujar mantan pejabat Pesisir Selatan itu.


Di Kabupaten Limapuluh Kota sendiri, menurut Desri, dari 1.901 anak yang mengikuti ujian, sebanyak 1.176 merupakan pelajar SMA, 488 orang pelajar SMK dan 237 orang pelajar MA. ”Kepada orang tua masing-masing anak, kita minta ikut mengawasi. Jangan biarkan anak, masih menonton sinetron malam hari saat ujian,” pesannya.


Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh Edvianus menjamin, pelaksanaan ujian nasional 2012 akan berlangsung aman, tertib dan lancar. Semangat kejujuran terpatri di hati seluruh aparatur penyelenggara dan siswa peserta UN.


Menurut Edvianus di Payakumbuh, Minggu (15/4), soal ujian UN tersebut sudah sampai di Payakumbuh, Sabtu (14/4), sekitar pukul 10.00 WIB. Soal-soal ujian tersebut disimpan dalam aula, dikawal 24 jam oleh aparat kepolisian. Kunci tempat soal disimpan, dipegang oleh tiga komponen, kepolisian, Kepala Dikdis dan Kepala Kementerian Agama Payakumbuh. Untuk membukanya, ketiga komponen harus lengkap.


Didampingi Kabid SMP/SMA/SMKAzwardi L, lebih lanjut Edvianus menjelaskan, soal UN baru akan dibawa keseluruh sekolah penyelenggara, Senin (16/4) pukul 06.00 WIB. Yang menjemput soal UN hari itu, adalah kepala sekolah bersangkutan bersama pihak kepolisian serta unsur perguruan tinggi yang ditunjuk untuk ini.


”Sehabis ujian hari pertama, naskah soal dan jawaban diantar langsung ke Padang, juga melibatkan tiga komponen dimaksud. Kegiatan yang sama, akan berlangsung hingga UN berakhir 19 April mendatang,” papar Edvianus.


Dikatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan meningkatkan pengawasan dan keamanan terhadap soal Ujian Nasional 2012. Salah satu bentuk peningkatan pengawasan tersebut adalah dengan mengubah sistem penggandaan soal UN menjadi sentralisasi atau terpusat.


”Pada UN 2011, penggandaan dilakukan di setiap provinsi. Tahun depan, penggandaan soal akan dipusatkan dengan jumlah percetakan tidak lebih dari 10 lokasi. Dengan begitu, pengawasannya lebih mantap, dan tingkat keamanan jadi lebih tinggi,” sebut Edvianus.


Di Payakumbuh sendiri, dari 3.168 peserta ujian nasional 2012, sebanyak 1.230 merupakan siswa SMA, 1.585 siswa SMK dan 353 siswa MA. Mereka, akan akan menempati 13 sekolah yang representative di kota ini. Diantaranya SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMKN 1, SMKN 2 dan MAN 1. (frv)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA