Date Senin, 28 July 2014 | 21:22 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Azwir Minta Kerja Sama Masyarakat

Agustus, Teluk Sirih Beroperasi

Senin, 16-04-2012 | 09:58 WIB | 994 klik
Agustus, Teluk Sirih Beroperasi

KUNJUNGAN: Anggota DPR RI asal Sumbar, Azwir Dainy Tara mengunjungi ruang kontro



Bungus, Padek—Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih, Bungus Teluk Kabung, terus dikebut. Direncanakan 16 Agustus mendatang, pengerjaan pembangkit listrik yang menyuplai listrik 2 kali 112 megawatt (MW) rampung. Target ini, penyelesaian pada unit 1 berkekuatan 1 kali 112 MW sedangkan untuk unit 2 ditargetkan selesai 14 November tahun ini.


Hal ini terungkap dalam kunjungan anggota DPR asal Sumbar, Azwir Dainy Tara ke PLTU Teluk Sirih, Sabtu (14/4).
Asisten Enginer Teknik Mekanikal PLTU Teluk Sirih, Suroto menjelaskan, pengerjaan pembangkit listrik ini terlambat 18 bulan dari jadwal penyelesaiannya. Masalah ini disebabkan cuaca dan konsisi geografis Teluk Sirih ini.


“Setiap tahunnya PLTU ini membutuhkan 1,26 juta ton batu bara dengan kalori rendah. Untuk limbah yang dihasilkan PLTU ini telah diuji, sehingga tidak akan merusak lingkungan,” tegasnya.


PLTU Teluk Sirih berkapasitas 2x112 MW, dengan nilai Rp 2,7 triliun tersebut, menurut rencana, unit I beroperasi pada Oktober 2012. Sedangkan unit II pada Januari 2013.


Seperti diberitakan sebelumnya, PLN tengah membangun PLTU berkapasitas 2x112 MW di Teluk Sirih. Untuk menyalurkan listrik tersebut, PLN membangun jaringan 17,5 km. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 meter masih bermasalah meski tiangnya sudah dibangun. PLN kesulitan menarik jaringan pada tiang 12 dan 13 di Padangbesi. Jaringan ini sedianya rampung sejak 2008, tapi sampai sekarang masih mengalami hambatan.


“Hambatannya, ganti rugi tanaman di tiang 12 dan 13. Sebagian masyarakat belum bisa menerima ganti rugi yang diberikan tapi meminta hingga dua bahkan tiga kali lipat dari harga ditawarkan,” tuturnya.


Azwir Dainy Tara mengatakan, jika harga tanah dinaikkan sesuai permintaan masyarakat, pelaksana proyek bisa melanggar hukum karena membayar ganti rugi di luar batas kewajaran. “Itu bisa diperiksa dan menyebabkan masalah hukum,” kata politisi Golkar itu.


Persoalan lainnya, kata Azwir, bisa timbul protes dari masyarakat karena ganti rugi yang mereka terima lebih kecil. “Jika begini terus, ya tidak akan pernah selesai masalah ini. Ganti rugi tentu telah disurvei oleh tim. Jadi saya kira harga yang ditawarkan telah sesuai. Demi kepentingan umum, diharapkan pengertian masyarakat di sekitar itu,” harapnya.


Anggota Komisi VII ini meyakini proses pengerjaan untuk unit I bisa terselesaikan sesuai jadwal. “Dengan selesainya dan dapat beroperasinya kedua unit PLTU ini, diyakini dapat memasok listrik di sejumlah daerah hingga ke Riau. Dengan begitu, subsidi terhadap PLN oleh pemerintah dapat dikurangi dan pengurangan subsidi ini dapat digunakan untuk keperluan lainnya,” katanya.


Pembangunan pembangkit ini, proyek nasional dan akan menghasilkan 10 MW listrik. Teluk Sirih ini, salah satu dari sejumlah pembangunan pembangkit strategis di Indonesia. Pemerintah telah menargetkan pada tahun 2014 seluruh proyek pembangkit listrik 10 MW ini selesai dan siap beroperasi. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA