Date Senin, 28 July 2014 | 17:20 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Tarif Organda jadi Acuan Harga Angkut

Kamis, 29-03-2012 | 12:43 WIB | 430 klik

Padang, Padek—Penentuan tarif transportasi angkutan darat ditentukan pemerintah setempat. Disini Organisasi Angkutan Darat (Organda) diminta pemerintah untuk memberikan acuan terhadap tarif.


Hal itu disampaikan Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumbar, Sengaja Budi Syukur ketika menjadi saksi ahli dalam sidang lanjutan pengadaan benih padi nonhibrida di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Pessel tahun 2007 dengan terdakwa mantan Kabid Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian Dinas Pertanian Pessel, Arpen Bin Abbas di Pengadilan Tipikor Padang,Rabu (28/3)


Menurutnya, acuan ongkos angkut ini bertujuan agar perusahaan-perusahaan produsen tahu harga pokok ongkos angkut per ton dan per kilo meter jalan. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin Imam Syafei beranggotakan hakim Jon Efreddi dan M Takdir, Budi Syukur menambahkan acuan Organda dalam menentukan tarif angkutan diantaranya jarak yang ditempuh,volume barang yang diangkut dan daya angkut kendaraaan.


“Bila jarak tempuhnya 200 km ke atas, dikenakan tarif Rp1000/ton/km sedangkan jarak tempuh 200 km kebawah dikenakan tarif Rp1250/ton/km,” paparnya.


Menurutnya, perusahaan jasa transportasi juga memiliki kebebasan dalam menentukan tarif dengan konsumennya.
“Biasanya tergantung kesepakatan bersama sesuai dengan jenis barang yang diangkut dan jarak yang ditempuh. Jadi, tarif yang ditentukan Organda hanya sebagai acuan saja,” jelasnya.


Sedangkan, mengenai jenis muatan bibit padi nonhibrida Pessel dikatakan Budi, itu sebagai muatan barang berat. (a)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA