Date Selasa, 29 July 2014 | 01:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Firdaus: Untuk Geliat Ekonomi Kios Darurat

Jalur Angkot Kembali Dirotasi

Selasa, 27-03-2012 | 12:28 WIB | 460 klik
Jalur Angkot Kembali Dirotasi

ROTASI JALUR ANGKOT: Rute angkot Cendana, Jondul, Indarung, Gadut, Teluk Bayur d

M Yamin, Padek—Dinas Perhubungan Padang kembali melakukan rotasi jalur angkutan kota (angkot) di bundaran air mancur Pasar Raya, kemarin. Rotasi jalur kendaraan ini agar pemindahan pedagang Pasar Inpres II ke kios penampungan dan pembangunan pasar lancar. Kemudian, menghidupkan geliat ekonomi pedagang di kios darurat.


Ada 3 jenis angkutan kota yang mengalami pemindahan rute ketika memasuki jantung kota, angkutan kota 4410 trayek Pasar Raya- Kalawi, angkot 4430 trayek Pasar Raya-Belimbing dan angkot trayek Pasar Raya-Lurus.


”Pemindahan rute ini ditetapkan sejak 2 hari lalu. Angkutan kota yang telah ditunjuk untuk melewati rute baru ini harus mematuhi keputusan yang telah ditetapkan,” kata Kepala Dinas Perhubungan Padang, Firdaus Ilyas didampingi Kabid Angkutan Umum Yudi Indra Syami kepada Padang Ekspres, kemarin (26/3).


Sebelumnya, ketiga angkot itu harus melewati Jalan Bagindo Aziz Chan dan menuju kawasan Permindo ketika memasuki Pasar Raya. Kini, melewati Jalan Proklamasi, depan Polresta dan Balai Kota. Dari Balai Kota menuju bundaran air mancur, dan berbelok menuju Permindo.


”Jika sebelumnya rute angkot jurusan Cendana, Jondul, Indarung, Gadut, Teluk Bayur dan Mataair masuk melalui Jl Hiligoo - Jl M Yamin - RTH Imam Bonjol, kini diputar masuk RTH Imam Bonjol- Jl M Yamin dan Jl Hiligoo,” kata Firdaus Ilyas.


Firdaus mengharapkan pemindahan rute angkutan melewati kios penampungan sementara berpengaruh terhadap pembangunan Pasar Inpres nantinya. ”Semoga pemindahan rute, membuat kios ramai dikunjungi pembeli,” ujar mantan Kadispora itu.


Pemindahan ini, kata Firdaus, usulan pedagang pasar. Jika rute angkutan tidak dipindahkan di sekitar kios penampungan, maka kios penampungan tidak akan ramai dikunjungi pembeli. ”Pemindahan rute angkot juga telah dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait lainnya,” tukasnya.


Syafril, sopir angkot Pasar Raya-Mataair, awalnya bingung dengan perubahan rute ini. ”Prinsipnya kami awak angkutan setuju saja, apalagi jika perubahan rute itu bisa membuat kami lebih banyak penumpang,” ujar Syafril.


Rina, penumpang angkot jurusan Lurus, setuju dengan perubahan rute tersebut. ”Kalau dulu saya harus bawa belanjaan ke bundaran air mancur, kini ndak lagi. Habis belanja langsung naik angkot,” tukasnya. (mg10)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA