Date Kamis, 31 July 2014 | 22:33 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Nilai Arus Barang Terus Naik di Teluk Bayur

Minggu, 25-03-2012 | 12:25 WIB | 396 klik

Nilai arus barang yang keluar masuk melalui Pelabuhan Teluk Bayur tiap tahunnya menunjukan tren positif. Dapat dikatakan, membaiknya nilai ekspor impor berbagai komoditi Sumbar kurun beberapa tahun belakangan tidak terlepas dari komitmen PT Pelindo II Teluk Bayur selaku pengelola pelabuhan yang ditunjang berbagai stakeholder di sekitar pelabuhan.


“Kami akui untuk mengoptimalkan arus ekspor impor Sumbar di pelabuhan ini, berbagai terobosan kami lakukan. Di antaranya memberikan pelayanan yang cepat bagi pihak yang memanfaatkan pelabuhan. Selain itu, menyiapkan berbagai peralatan agar proses bongkar muat kapal bisa lebih cepat,” sebut Humas PT Pelindo II Teluk Bayur, Andi Agus Yahya.


Adapun implikasi dari terus dibenahinya infrastruktur dan SDM di pelabuhan, berujung makin tingginya tingkat bongkar muat kapal dalam kurun empat tahun belakangan. Misalnya untuk jumlah kunjungan kapal di 2008 berjumlah 2.944 unit, tahun 2009 turun jadi 2.591 unit. Sementara pada 2010, jumlahnya tinggal 2.246 unit. Sedangkan pada 2011 2,067 unit.


Sebaliknya, arus barang justru mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Dimana pada 2008, arus barang hanya 10.643.000 ton, tahun 2009 menjadi 10.076.00 ton. Sementara tahun 2010 melonjak menjadi 11.419 ton. Dan periode 2011, nilainya naik menjadi 13.467 ton.


“Bisa saya jelaskan, meski di segi unit kapal yang sandar ada penurunan, namun di segi kapasitas muat/angkutnya lebih besar. Atau kapasitas yang kini banyak sandar rata-rata lebih besar dari yang biasanya bahkan mencapai di atas 30 Grozz Ton (GT),” terang Andi Agus Yahya.


Khusus untuk terminal peti kemas, kata Andi, dibangun di atas lahan yang sebelumnya merupakan beberapa dermaga konvensional. Terminal itu disiapkan untuk masing-masing komoditas ekspor Sumbar, tanpa harus berebut di satu terminal.


Sementara untuk arus barang ekspor dan impor, PT Pelindo II Teluk Bayur mencatat untuk kategori impor pada 2008 tercatat 410,031 ton, lalu di 2009 sebanyak 155,868 ton. Namun pada 2010 arus barang impor naik menjadi 286,826 ton, dan pada 2011 naik drastis dengan angka 389,608 ton.


Untuk arus barang ekspor, kata Andi Agus Yahya, kenaikan drastis terjadi pada periode 2011 yang mampu membukukan angka sebesar 5,053,825 ton. (arzil)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA