Date Selasa, 29 July 2014 | 09:35 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Padangtinggi Butuh Jembatan Baru

Selasa, 20-03-2012 | 13:53 WIB | 203 klik

Tiga bulan setelah menjabat sebagai Kepala Kelurahan Padangtinggi, Kecamatan Payakumbuh Barat, H Ujang Mustafa bertekad menjadi kelurahan seluas 88 hektare dengan penduduk 2.574 jiwa tersebut, sebagai Kelurahan Sehat, Mandiri, Beriman dan Bertaqwa.


Tekad yang mirip dengan visi-misi Kota Payakumbuh tersebut, disampaikan Ujang Mustafa kepada Padang Ekspres, baru-baru ini. “Bersama masyarakat yang tersebar pada 6 RT dan 3 RW, kita siap menjadikan Padangtinggi Sehat, Mandiri, Beriman dan Bertaqwa,” ucapnya.


Bicara soal potensi kelurahan Padangtinggi, suami Amperawati ini mengatakan, Padangtinggi mempunyai keragaman profesi yang mampu membawa masyrakatnya untuk bersatu. Misalnya seorang pegawai negeri yang mempunyai lahan persawahan tetapi tidak mempunyai waktu untuk menggarapnya, dia akan memakai jasa petani untuk mengolah lahannya tersebut.


”Selain keragaman profesi, di Padangtinggi terdapat beberapa home industri. Diantaranya adalah usaha makanan ringan, usaha batiah dan gelamai serta usaha perbengkelan yang pastinya membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Ujang Mustafa yang juga pengurus Pemuda Pancasila Payakumbuh.


Ujang menyebut, kondisi pertanian dan peternakan cukup terbantu dengan adanya bantuan KUBE tahun lalu. Bantuan diberikan pada tiga kelompok tani yaitu Kelompok Tani Berkah, Kelompok Tani Mata Air dan Kelompok Tani Pondok Damai. Dana sebesar Rp30 juta tersebut dibelikan ke beberapa ekor sapi yang dipelihara oleh anggota.


”Selain bantuan buat kelompok tani, juga ada bantuan bibit ikan untuk kelompok perikanan dari Dinas Perikanan. Hal ini sedikit banyaknya telah membantu perekonimian masyarakat,” Ujar Ujang. Soal pembangunan,ayah empat orang anak ini sangat mengharapkan terbangunnya jembatan irigasi di Padangkudo.


”Pembuatan irigasi yang lumayan ebar menyebabkan banyak warga terutama anak sekolah terpaksa memilih jalan lain. Kasihan kita melihat anak sekolah, terutama anak SD yang terpaksa jalan memutar,” ujar Ujang. (frv)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA