Date Jumat, 25 July 2014 | 22:57 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Klaim tak Ada Bibit Palsu

Sabtu, 17-03-2012 | 14:16 WIB | 157 klik

Aiapacah, Padek—Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan (Dispernakbunhut) Padang meminta petani tidak perlu khawatir dengan beredarnya bibit palsu di Sumbar. Dispernakbunhut mengklaim telah melakukan pengawasan peredaran bibit hingga ke kecamatan.


“Petugas di UPT juga memiliki pengalaman dalam melihat dan menganalisa suatu bibit. Hingga kini, belum ada bibit palsu yang dilaporkan petugas penyuluh di setiap kecamatan,” kata Kepala Dispernakbunhut, Corri Saidan, kepada Padang Ekspres, kemarin.


Saat ini, kata Corri, ada satu bibit yang telah mendapatkan sertifikasi, yakni mentimun. Sedangkan bibit kacang panjang dalam proses sertifikasi. “Dengan adanya sertifikasi bibit ini, hasil panen petani meningkat dan tentunya dapat menyejahterakan petani itu sendiri,” ungkap Corri.


Selain bibit palsu, Corri juga menyampaikan sepanjang 2011, Bidang Tanaman Pangan dan Hortikutura telah melaksanakan beberapa kegiatan seperti pengembangan padi tanam sebatang (PTS), pembinaan dan pengembangan pemasaran tanaman hias raphis, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian.


Kegiatan Pengembangan PTS melalui bantuan benih unggul (BLBU) dan sekolah lapangan (SL-PTS) 60 kelompok tani tersebar di delapan kecamatan dengan luas tanam 1,5 ribu hektare.

Masing-masing kelompok diberikan bantuan benih unggul 25 kg setiap hektarenya dengan total 37,5 ribu kilogram. Disalurkan melalui PT Sang Hyang Sri serta bantuan sosilan SL-PTS Rp2,995 juta per kelompok dengan total Rp179,9 juta dari target 1,5 ribu hektare.


Ini telah realisasi tanam 100 persen dan telah dipanen lebih kurang 700 hektare dengan rata-rata produktivitas 7,2 ton setiap hektarenya. (e)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA