Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 01:55:58 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Kenaikan BBM Sudutkan Sopir

Organda: Memberi Peluang Spekulan

Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Senin, 12/03/2012 13:07 WIB • (rul) • 778 klik

Bukittinggi, Padek—Ketua Organda (Organisasi Angkutan Darat) Bukittinggi-Agam, Asril Manza, menilai, rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) awal April mendatang, semakin menyudutkan posisi sopir angkutan umum. Bahkan kenaikan BBM justru memberi peluang bagi spekulan untuk menumpuk barang dan menaikkan harga.


“Dengan kondisi harga BBM Rp4.500/liter saja, penghasilan sopir angkutan kota (angkot) dan angkutan pedesaan (angdes), sudah cukup sulit. Selama ini banyak yang mengeluh, karena penghasilan mereka setiap hari terus menurun. Rata-rata setiap sopir kini hanya mampu memperoleh penghasilan sampai 60 persen dari angka normal,” katanya, kemarin.


Asril yang juga mantan ketua Koperasi Ikabe Bukittinggi itu menyebutkan, selain karena persaingan antara sesama angkutan penumpang umum sejenis atau angkutan jenis lain yang se arah, sopir angkot dan angdes selama ini harus menghadapi persaingan dengan kendaraan ojek yang sudah merambah sampai ke pelosok kota dan nagari.


Dengan kenaikan harga BBM, Asril memastikan posisi dan penghasilan sopir angkot dan angdes akan semakin sulit. Wajar, kenaikan harga BBM banyak memunculkan penolakan. Dikhawatirkan, dampak lain secara sosial juga akan bermunculan. Dia menilai, agar tidak memunculkan persoalan lain, sebaiknya kenaikan harga BBM ditunda.


Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Bukittinggi, Kumar Z Chan, juga menyebutkan, ketika masih dalam bentuk wacana saja, sudah memberi peluang bagi spekulan untuk menaikkan harga atau menimbun barang. Buktinya, sejak muncul rencana pemerintah menaikkan harga BBM, harga barang-barang, termasuk sembako, sudah mulai naik.


Tidak hanya itu, akibat kenaikan harga BBM dan harga-harga kebutuhan lainnya juga naik, hal itu juga membuat kebanyakan masyarakat semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, para pelaku ekonomi, terutama terhadap masyarakat dengan tingkat ekonomi lemah dan menengah, jelas akan mempengaruhi usahanya.


Kumar berpendapat, dengan kenaikan harga BBM tersebut, justru semakin melahirkan kemiskinan dan meningkatkan angka kriminalitas seperti terjadi di daerah lain. Kenaikan BBM yang tengah digodok pemerintah, jelas merupakan kebijakan yang sangat tidak populis. (rul)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!