Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 01:55:53 WIB
NASIONAL

Ujian Tulis SNMPTN Dihapus

Alokasi Bergeser untuk Jalur Undangan

Padang Ekspres • Senin, 12/03/2012 10:34 WIB • (wan/jpnn) • 2707 klik

SNMPTN

Jakarta, Padek—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan formulasi baru dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 mendatang. Tahun depan, SNMPTN hanya dilakukan dengan jalur undangan. SNMPTN jalur tulis dihapus.


Kebijakan menetapkan menghapus SNMPTN jalur ujian tulis merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 34 Tahun 2010. Dalam Peraturan Menteri tersebut dinyatakan penerimaan mahasiswa baru di PTN melalui dua skema, yaitu SNMPTN dan/atau jalur mandiri.
Dihubungi di Jakarta kemarin, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso menuturkan, pihaknya memang akan menghapus SNMPTN jalur tulis untuk tahun depan.


Dia menerangkan sesuai dengan peraturan meteri, tahun depan seleksi masuk PTN dibagi menjadi dua. Yaitu SNMPTN dengan pagu 60 persen dari total kuota nasional, dan seleksi jalur mandiri dengan pagu 40 persen.


Mantan rektor ITB itu menegaskan, pagu 60 persen untuk SNMPTN tadi dilaksanakan dengan jalur undangan semuanya. ”Untuk yang jalur mandiri (40 persen dari kuota, red) kita serahkan ke majelis rektor,” ucap Djoko. Nantinya seluruh kampus negeri melalui majelis rektor diberi wewenang untuk mengelola, apakah sebagian dari pagu seleksi mandiri akan dipakai jalur tulis secara nasional atau digabung sekalian dengan jalur undangan.


Djoko mengingatkan, pagu 60 persen untuk SNMPTN itu adalah batas bawah atau minimum. Artinya, jalur SNMPTN ini boleh lebih dari pagu yang ditetapkan itu. Sedangkan pagu 40 persen untuk jalur mandiri itu adalah batas atas.


Ketentuan menghapus SNMPTN jalur ujian tulis menurut Djoko menjadi bagian dari skema menjadikan nilai ujian nasional (UN) sebagai ketentuan penerimaan mahasiswa baru. ”Kita mendukung integrasi nilai UN untuk acuan menerima mahasiswa baru,” kata dia. Seperti diketahui, dalam SNMPTN jalur undangan mahasiswa yang diterima dilihat dari nilai UN dan rapor semester III, IV, dan V.


Djoko lantas menjelaskan, skema SNMPTN 2013 yang seluruhnya untuk jalur undangan harus benar-benar diperhatikan pihak sekolah. Sebagai perbandingan, Djoko mengatakan dalam SNMPTN tahun ini pagu mahasiswa baru yang diterima melalui jalur undangan hanya 35 persen, sisanya untuk SNMPTN jalur ujian tulis.


Menurut Djoko, ada konsekuensi tinggi pada sistem baru SNMPTN 2013 nanti. Yaitu, pihak sekolah dilarang main-main untuk mengatrol nilai siswa. Sebab, risiko untuk sekolah yang terbukti mengatrol nilai rapor siswa dilarang ikut SNMPTN jalur undangan selama tiga tahun berturut-turut.


Dampak dari aturan ini, siswa lulusan sekolah yang di-blacklist panitia SNMPTN karena curang hanya bisa masuk PTN melalui jalur mandiri. Akibatnya, seperti diketahui biaya kuliah untuk jalur mandiri ini biasanya lebih mahal dibandingkan jalur SNMPTN. ”Perubahan sistem ini adalah bentuk meningkatnya kepercayaan kami. Mohon jangan dirusak,” kata dia. (wan/jpnn)

[ Red/Redaksi_ILS ]

Komentar Berita
Dari : dilacious
Minggu, 18/03/2012 - Jam 09:51 WIB

Jika untuk masuk PTN hanya melalui jalur undangan dan ujian mandiri, bagaimana dengan sekolah yang tingkat persaingannya lebih sengit (sekolah unggulan/favorit), bukankah hanya sekian persen siswa perkelas persekolah yang dapat mengajukan diri sebagai peserta seleksi jaur undangan, padahal jika di bandingkan dengan sekolah lain, nilai mereka (peringkat menengah ke bawah)dapat turut ikut seleki. Jika siswa tersebut (kelompok peringkat menengah kebawah) berlatar belakang keluarga dengan kondisi finansial baik, mereka tentu masih berkesempatan ikut ujian mandiri yang biayanya lebih mahal. Bagamaina dengan yang berasal dari kondisi keluarga yang relatif lemah dalam ekonomi? Bukankah kebijakan ini hanya akan mengerangkeng hak siswa untuk mengenyam jenjang pendidikan yang lebih tinggi? Bukankah ini tidak adil?

Dalam hal rapor, bukankah terdapat nilai untuk beraneka mata pelajaran yang memang sangat menentukan peringkat siswa. Bagaimana dengan jenis siswa IPA yang kuat di eksak namun agak lemah di bidang lain, sehingga tentu peringakt akan merosot, karena tidak berimbang. Padahal yang mereka target kan memang jurusan yang mengandalkan eksak. Jika melalui jalur ujian tulis, mereka bisa mengoptimalkan dan lebih fokus di IPA, meraih target mereka, cita - cita generasi muda bangsa.

Lalu, bagaimana dengan siswa IPA yang berkeinginan mengambil prodi IPS? Apakah hanya nilai rapor dan UN yang dijadikan patokan dalam proses seleksi? Bagaimana nasib siswa pintar yang kurang beruntung tersebut? Bagaimana, Pak? Tidak semua orang pintar itu beruntung, dan tidak semua orang beruntung itu pintar. Pintar dan beruntung itu tidak sama, itu beda.
Dari : LuKo
Jumat, 16/03/2012 - Jam 10:56 WIB
Saya setuju dengan kebijakan ini,
karena tuntutan globalisasi yang semakin tinggi dan tentunya dibarengi dengan kualitas pendidikan yang tinggi pula

@gusneldi
bagi alumni yang bernilai pas-pasan itulah resikonya, mengapa mereka ga belajar serius diwaktu SMA.?

dan ini juga akan semakin memacu semangat siswa d SMA untuk belajar lebih serius, karena nilai rapornya sangat diperhitungkan kalau mau lulus lewat jalur undangan

Dari : fadil
Rabu, 14/03/2012 - Jam 23:48 WIB
Menurut saya, kebijakan pemerintah salah. Karena hasil nilai rapot itu bisa saja dipalsukan pihak sekolah dan hasil UN, bisa saja bocor dari pihak- pihak lain. Dan jalur undangan belum tentu bisa lolos dalam jalur ujian tertulis. Contoh, dalam jalur undangan si A lolos dengan nilai rapor dan UN yg tinggi tapi, palsu dan si B tidak lolos dengan nilai rapor dan UN yg kecil tapi, asli. Lalu si A ikut ujian tertulis tapi, dia tidak lolos dan si B ikut ujian tertulis, lalu dia berhasil. Manakah yg anda pilih, tentu saja si B. Dan lantas bagaimana dengan si A, apakah kita harus mempunyai SDM yg tidak berkualitas ?, mau dibawa ke mana negara ini.
Dari : gusneldi
Selasa, 13/03/2012 - Jam 06:27 WIB
Saya rasa kebijakan kemendikbut di atas sangat tidak bijak, karna jikalau masuk PTN hanya melalui jalur undangan (yang pastinya hanya untuk siswa yang masih kelas XII) dan mandiri saja, lantas bagaimana dengan para alumni yang masih belum dapat masuk ke PTN ?, haruskah mereka masuk melalui jalur mandiri dengan membayar uang kuliah yang mahal ?
Dan seandainya pun para alumni yang belum dapat masuk PTN dapat menggunakan nilai kelulusannya untuk masuk PTN melalui jalur undangan, lantas bagaimana dengan alumni yang mempunyai nilai kelulusan yang pas-pasan saja yang munkin disebabkan faktor x, sedangkan nilai kelulusan tidak dapat diperbarui, setiap dia mengajukan undangan selalu tidak lulus.
Apakah para pakar di kemendikbud tidak memikirkan hal2 yang demikian ?
Dari : Rhisky
Selasa, 13/03/2012 - Jam 00:15 WIB
sebenarnya yang sebaiknya dihapuskan adalah UN, karena ujian nasional saya rasa masih belum efektif, mari kita perhatikan banyak siswa SMA yang berprestasi yang tidak lulus hanya karena kegagalan pada UN
kalau kita perhatikan lagi berapa banyak kecurangan yang terjadi dalam UN, kebocoran soal yang katanya sperti tahun kemaren safety kenyataannya malah bertambah buruk, bagaimana dengan tahun ini akankah bertambah buruk atau sebaliknya?
mari kita lihat bersama....


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!