Date Kamis, 31 July 2014 | 04:15 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Laba BUMD Tembus Rp 10 T

Jumat, 09-03-2012 | 17:22 WIB | 364 klik

Gamawan merinci, laba tersebut mayoritas disumbang oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan kontribusi Rp 9,71 triliun atau 96,48 persen dari total laba. Lalu, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan kontribusi Rp 308,74 miliar (3,07 persen), PDAM dengan kontribusi Rp 585,87 juta (0,01 persen), dan aneka usaha sebesar Rp 45,28 miliar). Sedangkan dari sisi aset, BUMD tercatat memiliki total nilai aset sebesar Rp 343,11 triliun. Lagi-lagi, aset ini didominasi oleh BPD dengan kontribusi Rp 310,71 triliun (90,6 persen), lalau BPR Rp 11,45 triliun (3,3 persen), PDAM Rp 9,32 triliun, dan aneka usaha Rp 11,62 triliun (3,4 persen).

Menurut Gamawan, dominannya peran BPD dalam struktur BUMD mestinya bisa diarahkan untuk mendorong perekonomian daerah melalui optimalisasi fungsi intermediasi atau penyaluran kredit. “Dengan begitu, BUMD bisa menjalankan misinya sebagai pendorong perekonomian daerah,” katanya. Namun, ada satu kritikan pedas yang disampaikan Gamawan kepada BUMD. Menurut dia, banyaknya BUMD yang kinerjanya buruk bahkan terus merugi, seringkali disebabkan oleh pengelolaan yang tidak profesional, serta mendapat intervensi politik. “Pokoknya, BUMD jangan sampai menjadi mesin ATM (pengumpul uang, red) untuk keperluan politik,” tegasnya.

Sementara itu, dalam forum yang sama, Menteri BUMN Dahlah Iskan mengatakan, para direksi yang duduk di BUMD harus mencurahkan 100 persen tenaga dan pikirannya. “Dulu waktu jadi dirut BUMD Jatim (Panca Wira Usaha, red), saya hanya bisa mencurahkan 5 persen saja, makanya tidak sukses. Karena itu, jika ingin sukses, direksit BUMD harus 100 persen, seperti Pak Arif inilah,” ujarnya sambil menunjuk Presdir PT Wira Jatim Group Arif Afandi.

Dahlan juga menegaskan, direksi BUMD harus gigih berjuang untuk memajukan perusahaan yang dipimpinnya. Sebab, jika tidak, maka keberadaan BUMD hanya akan menjadi beban daerah karena harus terus menyuntikkan modal. “Kalau sampai seperti itu, anda berdosa. Bahkan, kalau memang BUMD tidak bisa memberikan manfaat bagi daerah, maka lebih baik bubarkan saja,” ujarnya. (owi/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA