Date Kamis, 24 July 2014 | 15:24 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Erosi di Puncak Marajo Bisa Berulang

Drainase Kolam Renang Hilang

Jumat, 02-03-2012 | 14:30 WIB | 352 klik

Payakumbuh, Padek—Sistem drainase atau saluran air dari kolam renang Ngalau Indah Payakumbuh ternyata sangat kacau. Salah satu drainase yang menampung air berdebit besar, diduga tidak berfungsi karena hilang atau tertimbun bangunan baru.


Sementara drainase yang berada di sisi kanan dan kiri kolam renang, terlihat berukuran kecil dan penuh dengan sampah. Sehingga, saat datang hujan deras, drainase kolam renang kerap tersumbat dan tidak sanggup lagi menampung air yang melimpah dari atas Bukit Puncak Marajo Ngalau Indah.


Adapun Bukit Puncak Marajo Ngalau Indah, ditenggarai telah lama mengalami erosi atau pengikisan tanah oleh air. Pepohonan di atas bukit, semakin hari, semakin berkurang jumlahnya akibat penebangan liar dan pembukaan lahan baru untuk perladangan.


Serajut fakta tersebut, ditemui Padang Ekspres saat menelusuri penyebabnya seringnya kolam renang Ngalau Indah Payakumbuh, dihantam air bercampur tanah dari atas Puncak Bukit Marajo. Dalam sepekan ini saja, sudah dua kali, peristiwa tersebut terjadi, yakni Kamis (23/2) dan Rabu (29/2).


Akibat peristiwa itupula, sampai Kamis (1/3) sore, kolam renang Ngalau Indah masih dinyatakan ditutup untuk umum. Tenaga Harian Lepas Disbudparpora yang membersihkan kolam renang, masih bekerja keras. Tapi mereka khawatir, air dari Puncak Marajo akan kembali melimpah.


Kekhawatiran serupa disampaikan Kepala Disparpora Payakumbuh Rida Ananda. ”Kalau curah hujan masih tinggi dalam pekan ini, bukan tidak mungkin, kolam renang akan tertimbun pasir dan tanah,” kata Rida yang pusing tujuh keliling. Direktur LSM Madani Payakumbuh Syaiful Rahman menilai, kolam renang Ngalau Indah Payakumbuh harus segera diselamatkan dari ancaman erosi Bukit Puncak Marajo.


Salah satu upaya jangka pendek yang bisa dilakukan, adalah dengan membangun drainase berukuran besar. ”Sedangkan untuk jangka panjang, harus dilakukan penghijauan di sekitar Bukit Puncak Marajo yang melegenda tersebut. Di sinilah, dibutuhkan peran serta semua stakholders. Kolam renang Ngalau sebagai aset wisata, harus diselamatkan,” ujar Syaiful Rahman.


Sementara, Rida Ananda juga sepakat dengan gagasan pembangunan drainase kolam renang, dengan ukuran lebih besar. ”Itu memang satu-satunya cara untuk mengantisipasi, agar kolam renang tak lagi penuh air dan tanah dari Bukit Puncak Marajo,” kata Rida. (frv)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA