Date Rabu, 23 July 2014 | 08:54 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Antisipasi Kemiskinan, Berdayakan Perempuan

Jumat, 02-03-2012 | 14:22 WIB | 278 klik

Bukittinggi, Padek—Upaya meminimalisir masalah kemiskinan guna peningkatan ekonomi masyarakat merupakan salah satu target program pemerintah. Sehingga dibutuhkan pemberdayaan ekonomi yang mampu dengan tepat mengangkat pertumbuhan ekonomi. Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KPP-KB) Bukittinggi, terus jalankan program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera. (UPPKS).


Program yang berbasis pada pemberdayaan ekonomi perempuan tersebut, ditujukan agar kaum perempuan mampu berperan aktif dalam peningkatan ekonomi keluargannya. Sebab dengan cara ini dinilai akan sangat efektif sebagai salah satu cara menanggulangi masalah kemiskinan.
Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Bukittinggi, Zuibar, dalam keterangannya kepada wartawan, menyebutkan, modal yang diberikan untuk pengembangan usaha ekonomi keluarga itu, bersifat kredit lunak yang berasal dari bantuan sosial pusat.


“Saat ini telah terbentuk 25 kelompok Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Semakin banyak kelompok yang bisa dibentuk pertanda lancarnya perputaran pinjaman yang diberikan. Sehingga setiap dana yang telah dikembalikan kembali bisa dimanfaatkan untuk membentuk kelompok lain,” jelas Zuibar.


Ditambahkannya, Modal pemberdayaan ekonomi perempuan dalam bentuk kredit lunak pada tahun 2008 lalu diberikan pusat sebesar Rp 85 juta. Saat itu masing-masing kelompok diberikan pinjaman sebesar Rp 5 juta untuk pengembangan usaha. Hasilnya dari 17 kelompok berkembang menjadi 25 kelompok peminjam.


Dengan adanya program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), dapat membantu kaum perempuan dalam meningkatkan perekonomian rumah tangga sehingga pertumbuhan masyarakat miskin di kota bukittinggi dapat diantisipasi secara bertahap. (fd)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA