Date Rabu, 30 July 2014 | 18:06 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ekonomi Bisnis

Gencar Bangun 17 Packing Plant

Kamis, 01-03-2012 | 11:39 WIB | 457 klik
Gencar Bangun 17 Packing Plant

SENTRA PENGEMASAN: Pabrik pengemasan Semen Padang di Pelabuhan Teluk Bayur, Pada

Banyuwangi, Padek—PT Semen Gresik Tbk berupaya menjamin ketersediaan pasokan semen di seluruh area pemasaran. Karena itu, perusahaan pelat merah melancarkan distribusi. Caranya dengan gencar membangun packing plant.


”Dalam tiga tahun ke depan, kita akan bangun 17 packing plant di seluruh Indonesia,” kata Direktur Litbang dan Operasional PT Semen Gresik Tbk Suharto di sela peresmian packing plant di Ketapang, Banyuwangi, kemarin (29/2).


Suharto mengatakan untuk pembangunan pabrik pengemasan atau packing plant telah menyiapkan dana Rp 1,7 triliun. Atau rata-rata investasi tiap Rp 100 miliar. ”Dalam tahun ini, selain Banyuwangi, yang bisa dioperasikan packing plant di daerah Sorong (Papua), Kendari, dan Banjarmasin,” tuturnya.


Saat ini, emiten berkode SMGR sudah punya 18 packing plant. Antara lain, terletak di Aceh, Belawan, Batam, Padang, Teluk Bayur, Dumai, Ciwandan, Tanjung Priok, Gresik, Tuban, Celukan Bawang, Samarinda, Makassar, Palu, Manado dan, Ambon.


”Kita bangun packing plant untuk membuat distribusi jadi lebih efisien, karena kita tinggal angkut semennya saja. Cost bisa ditekan, waktu juga lebih cepat,” paparnya.


Suharto mencontohkan pabrik pengepakan di Ketapang, Banyuwangi dapat menghemat biaya distribusi sampai 40 persen. Proyek itu memiliki kapasitas 300 ribu ton per tahun yang dilengkapi dermaga khusus dengan kapasitas 10 ribu ton bobot mati, dan satu unit packing machine dengan kapasitas 2.400 bag/jam.


Jika, selama ini pengiriman darat dari Tuban membutuhkan biaya Rp 180 ribu per ton, sekarang dari laut dengan packing plant yang dekat pelabuhan biaya hanya Rp 120 ribu ton. ”Belum lagi perjalanan darat melewati Lumpur Lapindo. Tentu sangat tidak efesien dalam hal waktu,” katanya.


Di Papua, packing plant dimaksudkan untuk mengantisipasi kelangkaan semen. Selama ini, Papua sering mengalami kelangkaan semen karena sulitnya distribusi. Kelangkaan semen itu membuat harga semen terus terkerek di Papua, bahkan bisa di atas Rp100.000 per sak 50 kilogram.

”Industri semen sangat bergantung pada kelancaran transportasi dan distribusi. Karena itu, keberadaan packing plant di Sorong diharapkan bisa memutus semua hambatan distribusi ke Papua,” pungkasnya.(dio/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA