Date Rabu, 23 July 2014 | 06:51 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

BBM Naik, Bantuan Siswa Miskin Naik

Selasa, 28-02-2012 | 11:23 WIB | 254 klik

Depok, Padek—Rencana pemerintah menaikkan harga BBM (bahan bakar minyak) pada 1 April mendatang, langsung mendapatkan respons Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kementerian yang dipimpin Mohammad Nuh itu sudah berancang-ancang menaikkan unit cost bantuan siswa miskin (BSM). Upaya ini digunakan untuk meredam gejolak masyarakat terhadap kenaikan BBM.


Usai membuka perhelatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2011 di Sawangan, Depok kemarin (27/12), Nuh mengatakan, kenaikan harga BBM bersubsidi tentu akan mengakibatkan inflasi dan menurunnya daya beli. Terutama untuk masyarakat yang masuk kategori miskin dan hampir miskin.


Dampak tersebut, kata Nuh, jika tidak ditanggulangi bisa memperparah tingkat putus sekolah.
Dia menyebutkan, sekitar 70 persen kasus drop out disebabkan persoalan ekonomi. Orangtua sudah tidak punya biaya lagi untuk membiayai sekolah anaknya. ”Tentu kita harus memagari supaya angka drop out tidak menjadi-jadi akibat kenaikan harga BBM,” ujarnya.


Salah satu upaya atau perhatian untuk siswa miskin diberikan melalui BSM. Tahun ini, Kemendikbud menganggarkan nominal BSM mencapai Rp 3,9 triliun. Nuh menegaskan, kenaikan unit cost BSM ini masih dalam tahap ancang-ancang. Siap dilakukan jika memang harga BBM bersubsidi benar-benar dinaikkan pemerintah.


Upaya Kemendikbud menaikkan unit cost BSM dimulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dan sederajat. Untuk unit cost BSM tingkat SD naik dari Rp 380 ribu menjadi Rp 450 ribu per siswa per tahun. Untuk tingkat SD jumlah penerima BSM mencapai sekitar 3,5 juta anak.


Sementara pada jenjang SMP dan sederajat, unit cost BSM dinaikkan dari Rp 580 ribu menjadi Rp 700 ribuan per siswa per tahun. Jumlah siswa SMP pemerintah BSM mencapai sekitar 1,7 siswa. Terakhir untuk jenang SMA dan SMK, unit cost BSM naik dari Rp 700 ribuan menjadi Rp 1 juta. Total siswa SMA dan SMK yang menerima BSM ini sekitar 1,1 juta anak.


Nelayan Nikmati BBM Subsidi
Sementara itu, BBM bersubsidi masih tetap bisa dinikmati oleh nelayan. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan, keputusan tersebut didapat melalui rapat enam menteri terkait pada Minggu (26/2). Dalam rapat tersebut ditetapkan bahwa BBM bersubsidi bagi para nelayan akan diberlakukan seperti sebelumnya. Keenam menteri yang membahas hal tersebut adalah Menteri ESDM, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Menko Perekonomian.


Seperti diketahui, Perpres Nomor 15/ 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen pengguna jenis bahan bakar minyak tertentu, disebutkan bahwa nelayan yang menggunakan kapal di atas 30 GT, akan dikenakan tarif BBM nonsubsidi. Akan tetapi, berdasarkan keputusan rapat terbatas enam menteri tersebut, nelayan akan tetap mendapatkan subsidi.


Dengan ketentuan tersebut, Cicip memastikan seluruh nelayan nantinya tetap akan mendapatkan subsidi. Selain itu, harga BBM untuk nelayan tidak akan mengalami kenaikan. ”Intinya, tak ada kenaikan harga bahan bakar untuk nelayan. Semua nelayan masih disubsidi,” tegasnya.


Tak Capai 40 Persen
Di sisi lain, utak-atik besaran kenaikan harga BBM terus dilakukan pemerintah. Selain itu, pemerintah akan membahasnya dengan Komisi VII DPR untuk menentukan kepastian kenaikan BBM sebagai imbas dari melejitnya harga minyak dunia.


Meski begitu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, kenaikan harga yang rencananya diberlakukan bulan April itu tidak akan mencapai 40 persen dari harga saat ini. ”(Kenaikan) tidak sampai segitu (40 persen),” kata Jero usai mengikuti pengarahan presiden kepada 14 duta besar RI di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin (27/2).


Jika harga BBM saat ini Rp 4.500, maka kenaikan maksimal (40 persen) adalah Rp 1.800, sehingga harga BBM akan menjadi Rp 6.300. Saat ini, beberapa kalangan memang menyarankan kenaikan harga BBM berada di kisaran Rp 6.000 hingga Rp 6.500. Jero menjelaskan, selain membahas kisaran kenaikan harga BBM, pemerintah juga tengah merumuskan kompensasi yang akan diberikan kepada masyarakat miskin.

Termasuk mereka yang berhak untuk mendapatkan kompensasi itu. ”Kelompok mana saja? Tentu kelompok miskin, hampir miskin,” terang mantan Menbudpar itu.


Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah juga memikirkan cara untuk menjaga laju inflasi sehingga tidak bergerak terlalu tinggi. Dia mengungkapkan, asumsi dasarnya, potensi inflasi adalah 5,3. ”Plus minus. Saya kita tidak terlalu jauh di atas itu,” kata Hatta. Bahkan, dia yakin tidak seperti tahun 2005 di mana inflasi mencapai 8. (wan/nel/fal/nw/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA