Date Rabu, 23 July 2014 | 06:26 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Menghitung Perolehan Suara Parpol untuk Pilkada Payakumbuh (1)

Calon Bisa 7 Pasang, Pemilihan Berpeluang 2 Putaran

Jumat, 24-02-2012 | 13:57 WIB | 706 klik
Calon Bisa 7 Pasang, Pemilihan Berpeluang 2 Putaran

pilkada

Calon wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh dalam pilkada 2012, diperkirakan bisa 7 pasang. Perkiraan ini muncul setelah Padang Ekspres menerima data perolehan jumlah kursi dan suara sah DPRD dalam pemilu legislatif tahun 2009 dari Komisi Pemilihan Umum Payakumbuh, Rabu (22/2) siang. Bila perkiraaan ini tepat, pilkada Payakumbuh berpeluang seperti pilkada Limapuluh Kota: digelar dua putaran.


Dari data KPU diketahui, 3 partai politik bisa mendaftarkan bakal calon wali kota dan wakil wali kota, tanpa harus bergabung dengan partai politik lain. Ketiga partai politik itu, Partai Demokrat yang memperoleh 9.267 suara (18,21 persen) dalam pemilu 2009, Partai Golkar yang meraih 9.157 suara (17,99 persen), dan PAN yang meraih 8.713 suara (17,2) persen).


Partai Demokrat sejauh ini hanya punya satu calon wali kota, yakni Wawako Payakumbuh Syamsul Bahri. Dari proses penjaringan bakal calon kepala daerah di partai berlambang Mercy itu, Syamsul sang incumbent, hanya punya 6 bakal calon pendamping. Yakni Wilman Singkuan, Basri Latief, Ennaidi Dt Angguang, Syaiful Anwar, Azwirman Chan, Hasan Basri dan Hasrul Yunas.


Kendati demikian, Ketua Partai Demokrat Sumbar Josrizal Zain mengatakan, Partai Demokrat akan tetap menggelar survey sebelum menetapkan pasangan calon yang akan diusung. Dari sinilah beredar kabar, Sekko Payakumbuh Irwandi Dt Batujuah termasuk disurvey. Begitu pula mantan Plt Sekdaprov Mahmuda Rivai. Dua-duanya dinilai kuda hitam, tapi Josrizal belum komentar.


Alih-alih berkomentar, Josrizal yang sukses dua periode semakin intens membangun koalisi dengan petinggi parpol pendukung pemerintah SBY-Boediono di Sumbar, seperti Partai Golkar dan PAN dan PKS. Hanya saja, peluang Demokrat berkoalisi dengan Golkar dan PAN mulai kecil. Sebab di tingkat daerah, kader beringin dan matahari terbit, ingin partai mereka mengusung calon sendiri.


“Kita tetap patuh pada mekanisme, DPW dan DPP PAN. Walau begitu kita akui, kader PAN ingin usung calon sendiri,” ujar Ketua PAN Payakumbuh Chandra Setipon, belum lama ini. Ketua Partai Golkar Payakumbuh Sudirman Rusma mengatakan hal serupa. “Kita taat dengan mekanisme DPP dan DPD Golkar Sumbar. Cuma, kader kita juga ingin usung calon sendiri,” ujarnya.


Jika ini yang terjadi, berarti sudah tiga pasang calon kepala daerah yang akan muncul, yakni dari Partai Demokrat, Golkar dan PAN. Adapun Partai Demokrat, hampir dipastikan mengusung Syamsul Bahri yang semakin hari semakin merakyat. Syamsul tinggal mencari pendamping yang pas. Sedangkan di Partai Golkar dan PAN, terjadi persaingan sengit di lahan sempit.


Di Golkar, persaingan itu paling ketat. Golkar kini bagaikan gadis 17 tahun yang dilirik banyak lelaki. Mulai lelaki kaya dari negeri seberang sampai lelaki hidung belang. Hingga Kamis (23/2) siang, staf Sekretariat Partai Golkar Dewi mencatat, sudah 39 orang yang mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah Payakumbuh dari Partai Golkar.


Dari 39 orang itu, sebanyak 21 orang sudah mengembalikan formulir. Mereka, sesuai urutan pengembalian formulir, Almaisyar, Ichlas Yusuf alias Da Bon, Fitrial Bahri, Edward DF, Warman Djohan, Iramady Irdja, Nusyirwan Nazar, Mulyadi Afmar, Aswirman Chan, Ruswan Atra, Suwandel Muchtar dan Abdul Malik Manan.


Selanjutnya, Zainul Jusri Zainudin, Amdan Nur Dt Paduko Sati Nan Mudo, Basri Latief, Mulyadi Muis, Fachrul Umar Dt Tuah Basango, Maharnis Zul, Syukri Bey, Riza Falepi Dt Rajo Ka Ampek Suku, dan Alex Wijaya. Sedangkan 18 orang lainnya masih belum mengembalikan formulir. Mereka, Sudirman Rusma Dt Indo Nan Panjang, Yendri Bodra Dt Parmato Alam, Mirwan dan Rita Syawir.


Kemudian, Syamsul Bahri Dt Bandaro Putiah, Irfendi Arbi, Hendri Maulana, Catur Virgo Dt Paduko Rajo, Supardi, Awaluddin Cuncun, Yudilfan Habib, Desra, Rustamizar Nazar, Syafri Djalinus, Yoserizal Anwar, Sy Dt Bandaro Rajo, Richard Moesa dan Irwan. Mereka ini belum mengembalikan formulir karena sebagian bukan mendaftar tapi didaftarkan, seperti Irfendi Arbi yang mantan wakil bupati itu.


Dari 39 orang yang sudah mendaftar di Partai Golkar, di lapangan mengerucut beberapa nama saja. Diantaranya, Syukri Bey, Syamsul Bahri, Riza Falepi, Irfendi Arbi, Iramady Irdja, Fitrial Bahri dan Warman Djohan. Untuk balon wakil wali kota di Golkar, selain Sudirman Rusma, YB Dt Parmato Alam, Maharnis Zul, ada Basri Latief dan Amdan Nur. Namun kandidat lain tak bisa dianggap sebelah mata.


Sementara di PAN, sesuai jadwal terakhir penerimaan dan pengembalian formulir bakal calon kepala daerah, hanya ada sekitar 14 nama yang terdaftar. Mereka, Almaisyar, Basri Latif, Warman Djohan, Azwirman Chan, Jendrial, Mulyadi Afmar, Fitma Indrayan, Nusyirwan Nazar, Abdul Malik Manan, Supardi, Masrul Malik, Ekos Albar, Marsanova Andesra dan Chandra Setipon.


Hanya saja, sikap politik PAN kadang susah ditebak. Partai yang lahir dari rahim reformasi ini terkadang berpola otokrasi. Pengalaman dalam banyak pilkada, calon yang diusung PAN, kerap ditentukan pengurus pusat dan wilayah, bahkan cenderung mengabaikan suara-suara di daerah. Padahal, kader di daerah punya potensi dan tingkat elektabilitas tinggi.


Di Payakumbuh misalnya, ada Masrul Malik. Anggota DPRD peraih suara terbanyak dalam pemilu 2009 ini, diyakini cocok berpasangan dengan bekas pejabat Samsat Basri Latief. Selain itu, nama Ekos Albar dan Marsanova Andesra juga tidak bisa diremehkan di PAN. Mereka mengakar, seperti Chandra Setipon yang juga membumi. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA