Date Selasa, 22 July 2014 | 16:18 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Peristiwa

Mahasiswa-Dosen STAIN Djamil Djambek Demo

Rabu, 22-02-2012 | 13:16 WIB | 466 klik
Mahasiswa-Dosen STAIN Djamil Djambek Demo

Demi Novel: Mahasiswa dan dosen STAIN Djamil Djambek demo ke DPRD Kota Bukitting

Bukittinggi, Padek—Kisruh di tubuh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) belum berakhir. Ratusan mahasiswa beserta dosen STAIN tersebut menggelar demo besar-besaran ke Kajari dan kantor DPRD Kota Bukittinggi Selasa (21/2) siang.


Sekitar 300 mahasiswa dan dosen STAIN itu meminta DPRD memfasilatasi pertemuan STAIN dengan Kajari Kota Bukittinggi. Mereka kembali menyampaikan tuntutan agar Ketua STAIN Ismail Novel yang saat ini menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor Padang, segera dibebaskan.


Karena menurut mereka, Ismail Novel tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi. Namun tetap ditahan di pengadilan Tipikor Padang.


Demonstran yang berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Bukittinggi tersebut, diterima di ruang sidang DPRD Kota Bukittinggi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Jusra Adek, beserta beberapa anggota dewan lainnya.


Di hadapan anggota DPRD Kota Bukittinggi itu perwakilan mahasiswa dan dosen menyampaikan maksud kedatangan mereka terkait kasus yang menimpa Ketua STAIN Djamil Djambek, Ismail Novel.


Jusra Adek menjanjikan akan memasukkan aspirasi ini ke dalam agenda Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Bukittinggi dan akan mengagendakan pertemuan dengan Kajari dan perwakilan dari STAIN.


Wakil ketua DPRD Bukittinggi menyarankan kepada mahasiswa dan dosen agar melakukan tuntutan tersebut langsung ke Pengadilan Tipikor jika memang ketua STAIN tidak terbukti bersalah.


“Kami sudah mendengar apa yang disampaikan para mahasiswa dan dosen STAIN. Kita menyarankan agar tuntutan tersebut disampaikan ke Pengadilan Tipikor Padang,” ungkap Darwin.


Humas STAIN Djamil Djambek Bukittinggi, Taufik menyebutkan tuntutan tersebut juga disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Bukittinggi. Dari pertemuan antara pihak Kejaksaan dengan beberapa dosen, Kejaksaan Negeri berjanji akan mengkomunikasikan tuntutan tersebut dengan Pengadilan Tipikor Padang.


“Dalam waktu dekat akan bertemu dengan dengan hakim. Dari pembicaraan dengan pihak Kejaksaan, kemungkinan adanya penangguhan penahanan akan bisa dilakukan. Nanti bagaimana perkembangannya akan kita informasikan kepada pers,” ucap Taufik. (fd)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA