Date Jumat, 1 August 2014 | 22:53 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Peringati Harlah, Panggung Roboh

PPP Ajak Partai Islam Gabung

Senin, 20-02-2012 | 11:52 WIB | 265 klik
PPP Ajak Partai Islam Gabung

HARLAH PPP: Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (kiri), Gubernur DKI Fauzi Bowo (teng

Jakarta, Padek—Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kemarin merayakan hari lahir ke-39. Dalam perayaan di Istora Senayan, Jakarta, Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali secara terbuka kembali mengajak partai-partai Islam untuk bergabung. Namun, dia menegaskan pula bahwa PKS dan PAN tidak termasuk di antara yang akan dilibatkan.


”PPP membuka pintu selebar-lebarnya untuk umat Islam apa pun mazhabnya untuk masuk ke PPP,” ujar Suryadharma di sela perayaan harlah (hari lahir) kemarin (19/2). Dia menyatakan, fakta bahwa tidak ada partai Islam yang suaranya bisa melebihi 10 persen pada pemilu lalu sudah sepatutnya menjadi alasan yang mendasari.


Menurut dia, terpecahnya kekuatan politik Islam dalam sejumlah partai menjadi salah satu penyebabnya. ”Penduduk Indonesia itu mayoritas muslim. Tapi, kekuatan politik muslim minoritas. Ini mengapa? Tentu ada kesalahan,” imbuhnya.


Dia merasa bahwa PPP paling pantas menjadi induk dari kekuatan-kekuatan politik Islam yang ada. Sebab, selain alasan historis sebagai partai Islam pertama yang sudah ada sebelum era reformasi, ada pula alasan faktual. Yaitu, kata Suryadharma, kenyataan bahwa partainya adalah satu-satunya partai Islam yang memiliki suara terbesar dan kursi terbanyak di parlemen.


”PPP itu ibu dari berbagai partai yang baru lahir di era reformasi. Tapi, ini hanya ajakan dan imbauan, terserah mereka yang mendengar (maunya) seperti apa,” tandas menteri agama di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II itu.


Di DPR, kepemilikan kursi PPP berada di urutan keenam. Yaitu, 38 kursi di antara total 560 kursi yang ada. Itu berada di bawah Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, PKS, dan PAN.


Mengapa tidak bergabung ke PKS atau PAN? ”Realitas sekarang itu seperti apa, PKS dan PAN itu bukan partai Islam,” tegas Suryadharma. Menurut dia, berbeda dengan partainya yang masih bertahan dengan asas Islam, dua partai tersebut adalah partai terbuka.


Sebagaimana diketahui, PAN sejak berdiri sudah menegaskan diri sebagai partai terbuka dan majemuk. Sedangkan PKS, meski awalnya merupakan partai berasas Islam, belakangan juga bermetamorfosis menjadi terbuka. Keputusan perubahan itu tepatnya dilakukan saat munas PKS di Jakarta pada Juni 2010 lalu.


Sementara itu, sempat terjadi insiden kecil saat peringatan harlah yang dihadiri ribuan pengurus dan simpatisan partai berlambang Kabah tersebut. Di tengah acara tiba-tiba panggung tempat duduk tamu undangan VIP ambrol.

Sekitar 15 kursi di atasnya ikut bergelimpangan. Kejadian itu tepat terjadi saat ketua panitia harlah PPP Iskandar Syaichu memberikan kata sambutan. Posisi panggung setinggi sekitar 1 meter yang ambrol tersebut tak jauh dari tempat duduk tamu penting. (dyn/c4/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA