Date Selasa, 29 July 2014 | 05:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Peristiwa

Tawuran Pelajar Dapat Diredam

Selasa, 14-02-2012 | 13:05 WIB | 786 klik

Bukittinggi, Padek—Tawuran pelajar nyaris terjadi antara siswa SMKN 1 versus SMK Muhamadiyah Bukittinggi, siang kemarin, (13/2). Namun berhasil diredam petugas dari Polres dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tapi perkelahian antar pelajar tersebut menyebabkan dua orang pelajar terkena pukulan dan lemparan batu.


Menurut informasi yang dihimpun Padang Ekspres, perkelahian yang berbuntut penyerangan ke SMKN 1 di picu pertandingan futsal antar pelajar. Dalam pertandingan tersebut masing-masing tim sepakat bagi tim yang kalah membayar sewa tempat bermain. Namun kesepakatan tersebut tidak ditepati oleh salah satu tim. Sehingga berujung bentrok.


Siswa SMKN Muhammadiyah yang kalah, sesuai kesepakatan awal harus membayar sewa lapangan Rp 60 ribu. Namun mereka hanya mau mebayar Rp 40 ribu dan siswa SMKN 1 juga tidak mau menambah sebesar Rp 20 ribu. Sehingga terjadilah kesalah pahaman.


Setelah hampir satu minggu, kesalahpahaman tersebut berlanjut. Sekitar 4 orang siswa yang diduga dari SMK Muhamadiyah memukul Sarif Palito dan Rido Sanu Saputra, kelas XI dan Kelas X siswa SMKN 1. Meski tidak terjadi luka serius namun terlihat bekas memar pukulan di bagian belakang kepalanya.


Merasa tidak senang, siswa SMKN 1 berkumpul untuk melakukan penyerangan. Namun hal itu bisa diredam aparat Polres dan Sat Pol PP Bukittinggi.


Sementara Wakil Kepala Kurikulum SMKN 1 Bukittinggi, Amnur menyebutkan kejadian tersebut telah ditangani pihak kemanan.
Salah seorang warga yang berada di tempat terjadi tawuran, Tarok Bukittinggi, Iwan menyebutkan ada empat orang pelajar berpakaian celana seragam pramuka dan baju bebas dari sekolah yang diduga dari SMK Muhadiyah datang menyerang ke SMKN 1 Bukittinggi. Meski sempat terjadi kontak fisik antara pelajar, namun petugas bersama masyarakat bisa meredamnya.


“Ya sempat terjadi kontak fisik dan saling lempar. Namun petugas keamanan dapat segera mengamankan kejadian. Kelihatannya ada pelajar yang kena lemaparan dan tendangan,” terangnya.


Sementara Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bukittinggi, Syafnir melalui Kasi Operasinya Reka Syahrul menjelaskan, terjadi pemukulan oleh pelajar yang diduga dari SMK Muhamadiyah terhadap siswa SMKN 1.”Kejadian itu berawal dari pertandingan futsal dari ara siswa kedua sekolah. Sebab terjadi kesalah pahaman dalam kesepakatan pembayaran sewa bagi yang kalah. Namun persoalan itu sudah ditangani Satpol PP dan Polres Bukittinggi untuk di proses secara hukum,”ungkap Reka.


Reka menjelaskan, orang yang melakukan penyerangan dan pemukulan terhadap siswa SMKN 1 tersebut menurut pihak SMKN Muhamadiyah bukanlah siswa mereka. ”Setelah kita komfirmasi kepihak SMK Muhamadiyah, orang yang melakukan pemukulan dengan ciri-ciri yang kita dapatkan, bukan siswa mereka,” terangnya. (fd)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA