Date Rabu, 30 July 2014 | 03:53 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

2 Mini Market-6 Warnet Bakal Disegel

Senin, 13-02-2012 | 12:15 WIB | 209 klik

Azizichan, Padek—Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang menemukan dua mini market dan enam warung internet (warnet) yang belum memiliki surat izin tempat usaha (SITU). Tapi, sebelum dilakukan penyegelan, Satpol PP terlebih dahulu memberikan batas waktu pada pemilik untuk mengurus izinnya.


“Dari hasil temuan di lapangan, kami telah menginventarisir tempat usaha yang tidak memiliki izin. Dua mini market dan enam warnet belum tidak memiliki izin,” kata Kepala Kantor Pol PP Padang, Yadrison, kemarin (12/2).


Dari delapan usaha tersebut berada di beberapa kawasan seperti Jalan M Hatta, Jalan Padang-Solok, Limau Manis, Nipah, Proklamasi serta dua di kawasan Ulang Karang.


Dikatakan Yadrison, sebelum penyegelan, pihaknya masih memberi toleransi kepada pemiliknya. Yakni, pemberian batas waktu pengurusan izin selama sepuluh hari. Jika masih membandel, maka Satpol PP akan menyegel tempat usaha itu.


“Selain SITU ada beberapa tempat usaha karaoke ilegal. Hingga Februari 2012, setelah operasi penertiban ditemukan tempat karaoke ilegal di kawasan Muaro. Untuk kasus ini, pihaknya telah memanggil pemiliknya dan telah diminta untuk mengurus izin,” tuturnya.


Anehnya, sikap garang Satpol PP itu tidak berlaku pada tempat usaha homestay di Pasir Jambak, Kototangah. Selama ini Sat Pol PP belum berani mengambil tindakan pada pemilik tempat penginapan itu.


Sementara itu, sepanjang tahun 2011, Satpol PP telah menaikan 30 kasus tindak pidana ringan sampai di pengadilan. Namun, kata Yadrison, denda kasus tipiring tidak mempengaruhi pendapatan anggaran daerah.


“Kita tidak bisa berbuat apa-apa, ketika hakim pengadilan memutuskan denda kasus tipiring masuk ke kas negara bukan kas daerah,” paparnya. (kd)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA