Date Rabu, 30 July 2014 | 05:52 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Dijemput Pemangku Adat, Bakal Maju dari Golkar

Sukri Bey, Anak Perantau, Kepala BPKD DKI Jakarta

Jumat, 03-02-2012 | 14:01 WIB | 2062 klik
Sukri Bey, Anak Perantau, Kepala BPKD DKI Jakarta

Syukri Bey dan Keluarga Besarnya di Jakarta

Sebuah billboard berukuran raksasa di depan Ramayana Payakumbuh, sejak sepuluh hari terakhir menyita perhatian publik. Ini terjadi karena pada billboard terebut, timbal-balik terpasang wajah seorang lelaki duduk di sofa. Disamping lelaki itu, tertulis kalimat ‘H Syukri Bey, Anak Perantau’. Ia menyeru publik agar memanfaatkan keberadaan Payakumbuh sebagai lintasan Sumbar.


Kalaulah tidak ada berada, tidaklah Sukri Bey yang lahir 1 November 1954 itu, memasang gambar di billboard berukuran raksasa. Banyak pihak memprediksi, Syukri yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, bakal berkompetisi dalam pilkada Payakumbuh 2012.


Prediksi ini tentu tidak sembarang prediksi. Oktober 2011 lalu, sejumlah pemangku adat, cerdik-cendikia, dan bundo kanduang di Payakumbuh, sengaja pergi jauh-jauh ke Jakarta, guna meminta Syukri Bey selaku anak-kemenekan mereka, untuk maju sebagai bakal calon wali kota 2012-2017, pengganti Josrizal Zain yang sukses itu.


Mereka yang menjemput Syukri adalah Ketua KAN Koto Nan Gadang Heri Iswandi Dt Rajo Mantiko Alam, Ketua KAN Tiaka I Dt Sembay, M Dt Rangkayo Bosa, M Dt Panjang, Dt Rajo Mangkudun Nan Batali Omeh, H Dt Bandaro Kayu Mudo, Dt Pangka Marajo, Dt Paduko Malano, Yon Alnis Tuangku Malin, HM Nur, Jumhur, Herianto, Amirzon, Risman Santoso, Riwayati, Elly Danoes, Tuty Sumarni, Hj Nailul Rahmah, Taufitri dan Reni Lidia.


Para pemangku adat itu, menurut dua rekan wartawan yang sempat meliput, menangis-nangis meminta Syukri Bey untuk ikut maju dalam pilkada. Namun, bungsu dari enam bersaudara hasil pernikahan pasangan H Nurwazir dan Hj Rabiah Mahyudin (Rabiah adalah putri Almarhum Huni Umo Rohani yang merupakan adek dari Chatib Malano di Pakansinayan, Koto Nan Ompek-Red) itu belum memberi putusan.


Baru, sewaktu pulang kampung Januari 2012, Syukri Bey yang bersaudara dengan H Rusdi Bey, Hj Rusda Nur, Hj Zulfa Hanum, Hj Nuryati dan Hj Sukarni, memberi sinyal akan ikut dalam pilkada. ”Ya, Pak Syukri Bey memang sudah memberi sinyal, bahwa beliau bersedia untuk dicalonkan sebagai wali kota,” ujar Mulyadi Muis, bekas Kadisbudpar Payakumbuh yang merupakan orang dekat Sukri Bey.


Mulyadi didampingi Wan Kuri Payolansek mengatakan, Syukri Bey sangat serius untuk maju. Sejumlah birokrat senior dan pensiunan birokrat ikut mendorongnya. Syukri Bey sendiri, menyelesaikan pendidikan SD di Padang 1966, SMP 14 Jakarta 1969, Pondok Pesantren Gontor Ponorogo 1971, SMA 22 Jakarta 1974, Universitas Kristen Indonesia 1982, STIE dan UNKRIS 1997.


Syukri Bey memiliki tiga orang anak dari hasil pernikahannya dengan Hj Eina Lucia yang merupakan putri Bahctiar Karangan-Hj Husna Darwis. Adapun Hj Husna Darwis adalah anak Darwis Dt Tumanggung, seorang pendiri Payakumbuh. Ketiga anak Syukri Bey dengan Eina Lucia adalah aktris Nuraina alias Nuri Saden, M Abrar Bey, dan M Rijal Bel.


Sukri Bey mulai berkarir di kantor Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 1983. Karirnya dimulai sebagai Kabiro Perekonomian, Kadiskop dan UKM, Kepala Badan Penanaman Modal dan Kekayaan Daerah, Asisten Sekda Bidang Keuangan, dan sekarang dipercaya Gubernur DKI Fauzi Bowo sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).


Disamping itu, Ketua Ikatan Koto nan Ompek di Jakarta ini juga menjabat sebagai Komisaris Bank DKI Jakarta. Sebelumnya, dia juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol, Komisaris PT Food Station Cipinang, Badan Pengawas Perusda Pasar Jaya, Badan Pengawas Perusda PAM Jaya dan Badan Pengawas Perusda Dharma Jaya.


Terakhir atau tahun 2010 lalu, Syukri Bey yang bendaharawan Masyarakat Baru Indonesia dan Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesuia, juga dipercaya pemerintah sebagai bendaharan Panitia Penyelenggaran Sea Games di Jakarta. Ia juga berinvestasi dengan membangun Echo Resort di Lembah Harau.


Segala track-record Syukri Bey di tanah rantau, diyakini banyak pihak akan membuat Payakumbuh maju. Syukri Bey sendiri, direncanakan bakal mengembalikan formulir bakal calon kepala daerah ke Partai Golkar Sabtu (7/1) besok. Pilihan ke Golkar, tentu karena Syukri merasa pernah dibesarkan Golkar dan punya akses dengan Ketua DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA