Date Kamis, 31 July 2014 | 12:22 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

2014, Sertifikasi Diharapkan Tuntas

Rabu, 01-02-2012 | 12:05 WIB | 576 klik

Padangpariaman, Padek—Kualitas lembaga pendidikan tentunya tidak terlepas dari kemampuan SDM para pengelolanya. Karena itulah jajaran Dinas Pendidikan Pemkab Padangpariaman saat ini terus menggiatkan program peningkatan SDM para tenaga pengajar yang ada di Padangpariaman.


Terkait hal itu, jajaran Dinas Pendidikan Padangpariaman yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Padangpariaman, Bahari, telah menargetkan bahwa pada 2014 mendatang, semua guru yang telah memenuhi persyaratan semuanya diharapkan telah bisa meraih sertifikasi.


Seperti diakui Kepala Dinas Pendidikan Padangpariaman, Bahari, dalam perbincangannya dengan koran ini baru baru ini di ruang kerjanya. Dikatakannya, secara keseluruhan sampai saat ini jumlah tenaga guru telah lulus sertifikasi berjumlah 1909 orang. “Selain itu pada tahun 2012 ini Padangpariaman kembali mendapatkan kuota tambahan sertifikasi sebanyak 734 orang dari 1126 berkas keseluruhan sertifikasi guru yang masuk melalui Dinas Pendidikan Padangpariaman,” tegasnya.


Makanya untuk mengisi kuota sertifikasi guru pada tahun 2012 ini, maka seluruh guru yang telah memasukkan berkasnya pada tahun ini selanjutnya akan mengikuti tes kompetensi. “Jadi dengan begitu, guru yang dinyatakan lulus adalah mereka yang memenuhi persyaratan serta memiliki kompetensi di bidangnya,” ungkap Bahari.


Ditambahkannya, sesuai ketentuan yang ada, persyaratan sertifikasi guru meliputi tingkat pendidikan S1 dengan usia maksimal di bawah 50 tahun, dan di atas 50 tahun untuk tingkat D1,D2 dan D3. Pihaknya, lanjut Bahari, juga berusaha memberikan berbagai kemudahan bagi para guru yang ingin mengurus berkas sertifikasi melalui dinas pendidikan.


“Sebagai contoh bagi guru yang harus melegalisir ijazah ke luar daerah, diberikemudahan dengan memberikan kebijakan khusus, namun dengan catatan semua berkas yang dibutuhkan telah bisa dilengkapi,” terangnya.


Sesuai ketentuan yang ada, bagi guru yang telah lulus sertifikasi selanjutnya diwajibkan mengajar minimal 24 jam. Artinya jika jam mengajar wajib di sekolah tidak lagi tersedia, maka guru yang bersangkutan bisa mencari waktu mengajar di sekolah lain. Namun tentunya diutamakan agar bisa mengajar di wilayah tugasnya. Pihaknya menyadari, proses sertifikasi guru tentunya sangat erat kaitannya dengan kualitas dan mutu pendidikan.


Makanya kalau sekiranya seluruh tenaga guru yang memenuhi persyaratan sudah lulus proses sertifikasi maka juga diharapkan akan bisa berdampak terhadap mutu dan kualitas pendidikan. Karena seperti diketahui pada tahun lalu, Padangpariaman berhasil meraih peringkat terbaik I untuk tingkat kelulusan UAN tingkat SLTP.


Terkait hal itu, ke depan proses pengawasan terhadap disiplin dan kinerja guru yang telah lulus sertifikasi akan terus ditingkatkan.
“Karena seperti diketahui, proses sertifikasi bukanlah hanya sekadar reward, tapi lebih dari itu adalah wujud dari tanggung jawab dan kewajiban dari seorang guru. Makanya bagi guru yang lulus sertifikasi jangan malah bertambah mundur, namun justru harusnya lebih meningkat lagi,” terangnya.


Terkait hal itu, pihaknya akan berupaya meningkatkan pengawasan melalui tenaga pengawas yang ada di dinas pendidikan, sehingga nantinya mereka bisa menjalankan tugas dengan baik, begitu juga kemampuan seluruh guru yang ada juga akan terus ditingkatkan.


Data yang dihimpun koran ini melalui Kepala Dinas Pendidikan Padangpariaman diketahui, bahwa secara umum, jumlah tenaga pengajar untuk tingkat SMP dan SMA sudah cukup memadai. Yang masih kurang adalah tenaga guru untuk tingkat SD. Bahkan belakangan, kekurangan tenaga guru untuk tingkat sekolah dasar terbilang cukup besar, yaitu mencapai 1.062 orang. Terutama untuk tenaga guru kelas dan guru olah raga.


“Makanya untuk menutupi jumlah kekurangan tersebut, maka sementara ini kita terpaksa memakai tenaga guru honor yang anggarannya diambilkan dari belanja pegawai,” terangnya.


Makanya dengan kondisi kekurangan jumlah tenaga guru SD tersebut, ke depan pihaknya berharap berbagai kekurangan tersebut bisa dilengkapi secara bertahap, sehingga nantinya jumlah tenaga guru di Padangpariaman benar benar sesuai dengan kebutuhan. Terkait kebutuhan sarana dan parasarana pendidikan di Padangpariaman, Bahari menyebutkan bahwa Padangpariaman sejauh ini masih membutuhkan sekitar 463 ruangan belajar.


Untuk penambahan ruangan belajar tersebut nantinya juga diharapkan dukungan pemerintah provinsi, maupun dari pemerintah pusat lainnya.
“Alhamdulillah pihak provinsi selama ini perhatian dari provinsi sudah sangat memadai, namun demikian ke depan tentunya kita juga tetap berharap agar pihak provinsi bisa memfasilitasi kebutuhan ruangan belajar yang masih ada saat ini,” terangnya. (ris)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA