Date Sabtu, 2 August 2014 | 11:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Bina Komunitas, Kapolres Desak Dishub

Tertibkan Terminal Bayangan

Selasa, 31-01-2012 | 13:26 WIB | 321 klik
Tertibkan Terminal Bayangan

TERTIB LANTAS: Polres Payakumbuh bentuk Komunitas Pencinta Tertib Lalu-Lintas, S

Payakumbuh, Padek—Kapolres Payakumbuh AKBP Ano Munarto meminta Dinas Perhubungan dan Satlantas, berkoordinasi menertibkan angkutan umum yang ngetem di sembarang tempat, sehingga terkesan seperti terminal bayangan. Permintaan itu disampaikan saat berbicara di hadapan Komunitas Pencinta Tertib Lalu-Lintas yang dibentuk Polres Payakumbuh, Senin (30/1).


Waktu itu, AKBP Ano Munarto mendapat pertanyaan dari anggota Komunitas Pencita Tertib Lalu-Lintas, terkait terminal bayangan yang menjamur pada banyak tempat di Payakumbuh. Di antaranya, di depan pintu masuk terminal bus Koto nan Ompek atau di ruas Jalan Soekarno-Hatta dan Simpang Benteng atau ruas jalan Sudirman.


Kapolres juga mendapat pertanyaan soal angkutan kota yang ngetem di sembarang tempat, sehingga membuat kemacetan. Seperti di simpang Masjid Ansharullah Muhammadiyah sampai depan rumah dinas Kapolres, depan gereja, depan SD/SMP Pius, dan depan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina.


Mendengar pertanyaan tersebut, AKBP Ano Munarto yang didampingi Kasat Lantas Iptu Zulfa Renaldo dan Kanit Patroli Aiptu Aprima Sural, meminta Dinas Perhubungan dan Satlantas, agar segera menuntaskan persoalan terminal bayangan dan persoalan angkutan kota yang ngetem di sembarangan tempat, sehingga membuat kemacetan dan mengundang kecelakaan.


”Di depan rumah dinas saya, juga ada angkot yang ngetem. Ini mestinya ditertibkan dan diberikan pembinaan. Jangan dibiarkan ngetem berlama-lama. Kecuali dengan pola yang contohnya seperti ini. Bila angkot A berhenti, tolong dipantau, tidak boleh 10 menit. Begitu juga selanjutnya,” ujar AKBP Ano Munarto.


Mantan Kapolres Sawahlunto ini menambahkan, penataan kota dan lalu-lintas seharusnya menjadi tanggungjawab bersama. Pelaku terminal bayangan juga harus punya komitmen jelas. ”Lihat di kota besar, penumpang dilayani dan mendapat kenyamanan. Pemko Payakumbuh, bisa pula mencoba untuk itu,” ulas AKBP Ano Munarto.


Berkaitan dengan traffic light atau lampu lalu-lintas yang ditengarai banyak rusak, Kapolres meminta Dishub memberi penjelasan. Terkait hal ini, pejabat Dishub Payakumbuh Syofyan mengakui, ada beberapa lampu lalu-lintas yang mati akibat penggalian pipa dan usia lampu yang sudah berusia tua. Kapolres juga memasangkan rompi buat insan pers anggota komunitas, yakni Aking Romi Yunanda (Posmetro). (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA