Date Sabtu, 2 August 2014 | 07:21 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

70 Persen Perokok Miskin

Larangan Merokok

Jumat, 22-04-2011 | 11:24 WIB | 278 klik
Larangan Merokok

Seminar Antimerokok: Anggota Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3), Fuad B

Sawahlunto, Padek—Merokok menjadi salah satu penyebab kemiskinan keluarga. Berdasarkan survei Dinas Kesehatan Sawahlunto terhadap 7.472 orang responden perokok, tercatat 85,2 persen rumah tangga yang merokok.
Akibat rokok tersebut, terjadi kerugian Rp64 juta per hari. Parahnya lagi, para perokok di Kota Arang ini 70 persen berasal dari keluarga miskin atau warga yang penghasilannya di bawah Rp1 juta.
Kondisi memprihatinkan ini menyebabkan Wali Kota Sawahlunto, Amran Nur merasa prihatin dan mengeluarkan imbauan larangan merokok di tempat publik. Seperti rumah sakit, puskesmas dan polindes.


Ia juga mengaku prihatin dengan prilaku masyarakat yang menghabiskan mata pencahariannya untuk rokok. Karena itu, pihaknya melarang warga kota merokok karena bukan perbuatan mendidik. Ia juga meminta dinas terkait meningkatkan penyuluhan bahaya dan kerugian mengkonsumsi rokok.


Menurut Amran Nur, dilarangnya merokok pada tempat tertentu selain di lokasi rumah sakit, juga pada tempat-tempat proses belajar dan mengajar seperti di sekolah-sekolah. Mulai dari sekolah dasar (SD) hingga ke perguruan tinggi, dan perkantoran pemerintah.


Bagaimanakah dengan pejabat pemerintah yang merokok. “Kami tidak melarang orang merokok. Silakan saja merokok pada tempat tertentu. Yang tidak dibolehkan itu, berbaur antara perokok dengan orang yang tidak merokok (perokok pasif, red),” ulasnya.


“Ada empat kali lipat bahaya penyakit yang akan ditimbulkan oleh asap rokok tersebut kepada perokok pasif. Silakan merokok, tetapi pada lokasi yang sudah ditentukan,” kata Amran Nur.
Lokasi lainnya melalui imbauan wali kota ini, seperti di rumah-rumah ibadah, dalam ruang pertemuan rapat pemerintah dan kendaraan umum. Wako mengimbau segenap warganya, agar kepala keluarga yang merokok, supaya merokok ke luar rumah, sehingga asap rokok yang berbahaya itu tak dihirup perokok pasif, yaitu anak-anak dan istrinya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA