Date Rabu, 30 July 2014 | 14:01 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Fakultas Kedokteran Dijagokan masih Favorit

Kuota SNMPTN Bermasalah

Selasa, 24-01-2012 | 09:42 WIB | 261 klik
Kuota SNMPTN Bermasalah

SNMPTN

Jakarta, Padek—Gelaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012 semakin dekat. Rabu pekan depan (1/2), seleksi tahunan itu sudah dimulai dengan pendaftaran SNMPTN 2012 jalur undangan. Tetapi, hingga saat ini pengumpulan kuota mahasiswa dari 61 kampus negeri belum komplet. Mereka diberi tenggat waktu hingga akhir bulan ini.


Ketua panitia pusat SNMPTN 2012 Akhmaloka saat dihubungi kemarin (23/1) mengatakan, sudah menyusun agenda untuk menagih para PTN belum setor kuota SNMPTN 2012. Dia mengatakan, panitia pusat akan menagih dengan memanggil langsung seluruh pembantu rektor I di seluruh PTN. ”Selain menagih kuota, kami juga melakukan sosialisasi akhir,” kata dia. Untuk itu, pemanggilan ini juga dilakukan bagi kampus yang sudah setor kuota SNMPTN 2012.


Rektor ITB itu masih belum memaparkan kampus-kampus negeri yang belum mengumpulkan kuota SNMPTN. Muncul dugaan jika beberapa kampus sengaja setor kuota agak mepet untuk mengakali kuota mahasiswa baru jalur SNMPTN dengan jalur mandiri.


Seperti telah ditetapkan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), seluruh kampus PTN wajib mengalokasikan 60 persen kuota mahasiswa baru untuk SNMPTN. Sisanya, sejumlah 40 persen baru digunakan untuk seleksi mandiri yang dicap masyarakat berbiaya tinggi.


Ahkmaloka masih belum bisa memastikan apakah ada kampus yang melanggar aturan ini. ”Tunggu saja setelah semua komplit,” tandasnya. Panitia pusat SNMPTN berjanji akan mengecek dengan seksama data kuota mahasiswa baru, meski penyetorannya agak terlambat.


Di tengah penyetoran kuota yang masih molor ini, Akhmaloka meminta masyarakat tidak cemas. Dia berjanji seluruh PTN akan patuh terhadap deadline pengiriman kuota yang sudah ditetapkan. ”Saya jamin sebelum tanggal 1 (Februari), kuota sudah valid,” kata dia. Dengan demikian, masyarakat akan tahu jumlah atau rincian kuota mahasiswa baru di seluruh PTN. Termasuk untuk SNMPTN jalur undangan, jalur ujian tulis, maupun untuk seleksi mandiri.


Selain menagih kampus-kampus yang belum setor kuota SNMPTN, pemanggilan yang dijadwalkan berlangsung Kamis dan Jumat (26-27/1) ini juga digunakan untuk ajang sosialisasi. Di antara materi sosialisasi adalah, penjaringan calon mahasiswa baru melalui SNMPTN jalur undangan. Akhmaloka berharap kampus-kampus tetap sosialiasi ke sejumlah SMA untuk mendaftarkan siswa-siswa berprestasi mereka untuk ikut SNMPTN jalur undangan.


Menurut Akhmaloka, sosialisasi jalur undangan tahun ini tidak seberat periode perdana tahun lalu. ”Saya kira hampir seluruh kepala sekolah sudah tahu. Tetapi, tetap kampus harus sosialisasi,” kata dia.


Selain sosialisasi jalur undangan, pihak kampus juga diimbau untuk sosialisasi program beasiswa Bidikmisi. Secara nasional, kuota beasiswa untuk mahasiswa miskin berprestasi ini mencapai 30 ribu kursi. Namun, menurut Akhmaloka, kuota ini belum didistribusikan per kampus. Bagi mahasiswa baru yang mendapatkan beasiswa ini, akan mendapatkan Rp 6 juta per semester selama empat tahun. Uang ini untuk biaya pendidikan, membeli buku, dan uang jajan selama kuliah.


Seperti tahun-tahun sebelumnya, ancaman kursi kosong setelah gelaran SNMPTN tahun diprediksi masih ada. Akhmaloka mengatakan, kursi kosong ini di antaranya muncul dari calon mahasiswa yang dinyatakan lulus, tapi tidak daftar ulang. ”Alasannya banyak. Misalnya, diterima di STAN (Sekolah Tinggi Akuntan Negara) atau diterima beasiswa sekolah luar negeri,” ucapnya.


Meski potensi kursi kosong tetap ada, Akhmaloka menjamin tidak akan ada praktik jual beli kursi. Salah satu modusnya adalah, kursi yang tidak terisi ini dijual ke calon mahasiswa berkantong tebal yang sama sekali tidak pernah ikut tes masuk. Atau tetap ikut seleksi mandiri, namun hanya untuk formalitas saja. ”Tidak dijual. Di kampus saya banyak kursi kosong, tetapi bukan untuk mahasiswa,” tegas Akhmaloka, lantas tertawa.


Menjelang dibukanya pendaftaran SNMPTN ini, Akhmaloka juga mencoba memprediksi prodi favorit pilihan calon mahasiswa. ”Prodi di bawah rumpun fakultas kedokteran masih favorit,” kata dia. Khusus di tempatnya, prodi favorit lainnya adalah teknik elektro dan informatika. (wan/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA