Date Selasa, 29 July 2014 | 07:33 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

ABS-SBK belum Mampu Ubah Prilaku

Senin, 23-01-2012 | 13:36 WIB | 160 klik

Painan, Padek—Implementasi filosofi adat basandi syara, syara basandi kitabullah (ABS-SBK) belum sepenuhnya mampu mengubah prilaku masyarakat. Karena itu perlu pendekatan, baik secara teoritis maupun secara empiris.


“Padahal ABS-SBK adalah karakteristik dan jati diri utama masyarakat Minangkabau yang seyogyanya mampu meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai budaya yang bersumber pada syara,”.ujar Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit kemarin.


Implementasinya terlihat pembangunan keagamaan terkonsentrasi pada lahan keagamaan yang sempit sehingga ranah kaffah belum terjangkau secara maksimal, seperti pada ranah ekonomi dan budaya.Mestinya ada upaya k earah tersebut, agar tidak semakin terpuruknya moralitas masyarakat, terutama generasi muda, kembali galakkan budaya ke surau, galang ninik mamak untuk bisa mengendalikan kemenakannya ke arah yang lebih baik.


“Untuk itu pemerintah Kabupaten Pessel telah mengimplementasikan ABS-SBK dengan adanya beberapa kegiatan” ujarnya
Antara lain pesatren kilat pada bulan Ramadhan, didikan Subuh, uji baca Al Quran bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke SMP dan calon pengantin serta bantuan bagi guru mengaji.


Kalau ini selalu bisa dilakukan maka Kabupaten Pesisir Selatan sudah mampu menjadikan penduduknya lebih religius dan berbudaya. Namun ternyata, hal itu belum mampu menjadikan sebagian besar penduduk memahami dan mengamalkan ajaran agama secara baik dalam kehidupan individu, kelompok, dan bermasyarakat.


“Sepertinya keseriusan dalam pemecahan masalah ini secara sistematik, komprehensif dan konsisten maka semua keinginan tersebut bisa terlaksana,” akhinya. (mg15)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA