Date Rabu, 30 July 2014 | 18:06 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ekonomi Bisnis

Layani 24 Jam, Menu Dibagi per Jam

Yunizar, Pemilik Warung Ayam Lepas

Senin, 23-01-2012 | 12:52 WIB | 1020 klik
Yunizar, Pemilik Warung Ayam Lepas

KHAS AYAM: Warung ”Ayam Lepas” memberikan kenyamanan bagi konsumen saat santap s

Berawal dari pengamatan pada sebuah restoran cepat saji, Yunizar mencoba membuka usaha makanan. Jika di restoran cepat saji itu diperuntukkan untuk kalangan menegah ke atas, pria asal Kampung Pondok Pariaman memperuntukkan warung makanannya untuk seluruh lapisan masyarakat. Bagaimana ceritanya?


Ayam Lepas, itulah nama warung makan milik Yunizar yang akrab disapa Jhon. Dari sisi namanya saja membuat orang penasaran. Ternyata, Ayam Lepas itu, kependekan dari lezat, panas, harga pas. Konsep yang diusung, tempat dan rasa bintang lima, harga kaki lima. Slogan itu tertempel di salah satu sudut warung dan dibuktikan dari lokasi dan harga makanan yang disajikan.


”Saya sebenarnya sudah 20 tahun menggeluti usaha pakaian selama 20 tahun di Tanah Abang Jakarta. Namun, kondisi usaha pakaian saat ini mulai mundur seiring gempuran pakaian impor. Atas kondisi itulah saya putar otak dan merintis usaha kuliner ini di Kota Padang,” kata Jhon, kepada Padang Ekspres, akhir pekan lalu.


Jhon menceritakan ia tak memiliki basic kuliner sama sekali. Awal usahanya ini terlintas ketika melihat salah satu restoran cepat saji. Dalam pikirannya mengapa ayam yang diberi tepung lalu di goreng bisa laris seperti ini.

”Dari pengamatannya ini terbukti kenapa restoran tersebut digemari orang, karena bersih dan nyaman. Karena itulah saya mengaplikasikan ke warungnya sekarang ini,” tutur Jhon.


Meski di Padang banyak yang menjual menu makanan yang dijajakan di pecel ayam dan lele ini, tapi Jhon berusaha mencari sisi lain agar menarik pelanggan. Selain konsep tempat dan rasa bintang lima dan harga kaki lima, warung yang baru berdiri dua bulan ini memiliki konsep menarik lainnya.

Warung ini dibuka 24 jam dan menu yang ditawarkan tidak bisa didapatkan selama 24 jam. Untuk menu ayam kecap bakar dimulai pada pukul 18.00-20.00 WIB. Menu lele dimulai pukul 12.00-22.00 WIB, menu mie dan nasi goreng dimulai pukul 00.00-05.00 WIB. Untuk menu yang ada 24 jam adalah ayam lepas dan ayam cianjur.


”Dengan pembagian waktu menu ini tentunya membuat konsumen jadi penasaran. Dan, mereka terpaksa menunggu dan kembali lagi. Di sanalah letak ciri khasnya. Daripada menu disediakan semuanya, jadi tak terlayani,” ujar Jhon seraya mengatakan warung Ayam Lepas ini juga menjaga kenyamanan pelanggan.


Warung makan yang beralamat di Jalan Hamka, (sebelah PDAM Tabing) menjual berbagai menu seperti ayam lepas, ayam bakar kecap, ayam cianjur, lele goreng, mie rebus dan goreng, dan berbagai jenis minuman seperti teh telur, capucino dan berbagai jus buah.


Untuk menu ayam dan lele, dipatok seharga Rp13-15 ribu. Sedangkan untuk tempat, dirancang seperti warung sederhana yang tidak disekat dengan dinding. Pemandangan dari dalam warung tidak terhambat sehingga pengunjung dapat melihat mobil yang lewat di jalan. Meski begitu, nuansa nyaman tetap terasa karena warung ini sedikit menjorok kedalam sehingga kendaraan yang lewat tidak menganggu pengunjung. Tempat duduk yang disedikan bagi pelanggan dibuat dua konsep, duduk di kursi dan lesehan.


Konsep itu terbukti, saat Padang Ekspres mengunjungi Ayam Lepas , Sabtu (21/1) malam. Pengunjung yang datang tidak hanya kalangan menengah bawah, pelanggan yang datang menggunakan mobil mewahpun banyak yang nongkorok disana. Dan ketika iseng memesan teh telor pada sekitar pukul 21.00 WIB, dengan sopan pelayan ayam lepas mengatakan, “Maaf bang, menu itu untuk tengah malam,” ujar salah seorang pelayannya. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA