Date Kamis, 31 July 2014 | 12:22 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

”Korankan ya Kak, Perbaiki Sekolah Kami”

Mengintip SDN 12 Sungaisapih, yang Belajar di Kelas Darurat

Kamis, 05-01-2012 | 09:47 WIB | 338 klik
Mengintip SDN 12 Sungaisapih, yang Belajar di Kelas Darurat

MEMPRIHATINKAN: Murid SDN 12 Sungaisapih belajar di tengah kondisi kelas berlant

Semangat murid-murid SDN 12 Sungaisapih, kecamatan Kuranji, patut diacungi jempol. Semangat mereka menuntut ilmu di tengah kondisi bangunan kelas yang memprihatinkan, tak pernah kendor. Sudah dua tahun 4 bulan, tunas bangsa itu belajar di kelas darurat. Bagaimana kisahnya?


Matahari mulai beranjak naik. Di sebuah bangunan darurat, puluhan murid SDN 12 sedang belajar di 3 lokal darurat. Masing-masing murid kelas II, III dan IV.


Kendati beratap seng, dinding sekolah hanya terbuat dari triplek tipis. Jika gerimis, tempias air masuk ke ruangan. Kalau hujan lebat, ruangan berlantaikan tanah itu langsung banjir.


Mujur, siang kemarin cuaca cerah. Namun begitu, giliran terik matahari membuat suasana belajar tak nyaman. Keringat bercucuran di tubuh anak didik dan guru. Baju pun bersimbah peluh.


Fadila, salah seorang murid, mewakili teman-temannya, sangat berharap sekolahnya dibangun layaknya bangunan SD lain. “Panas sekali, Kak. Basah baju sama peluh,” kata Fadila saat keluar main.


Dia berharap bangunan sekolah segera diperbaiki, sehingga dapat belajar dengan nyaman.
Harapan yang sama dilontarkan Annajmi Putri, murid lainnya. “Betul-betul panas, Kak. Anna nggak kuat kalau nggak dikipas-kipas. Keluarkan di koran ya kak, minta pemerintah perbaiki sekolah kami,” harap Anna.


Curhat anak-anak itu disampaikan pada Padang Ekspres saat kunjungan Komisi IV DPRD Padang ke sekolah mereka.
Kepala SDN 12 Sungaisapih, Desniati mengatakan, usulan perbaikan bangunan kelas telah lama diajukannya ke Dinas Pendidikan. “Saya tak tahu apa alasannya sampai sekarang belum juga diperbaiki,” katanya.


Jumlah muridnya 323 murid. “Kasihan anak-anak belajar di kelas darurat itu. Mereka kepanasan dan kebanjiran,” ungkap Desniati.
Kabid TK & SD Dinas Pendidikan, Musdek yang ikut dalam kunjungan itu, berjanji tiga kelas itu akan diperbaiki. Pihaknya sudah menyiapkan anggaran Rp 400 juta. Selain dari APBD, juga dibantu melalui dana alokasi khusus (DAK) pendidikan.


Anggota Komisi IV Azwar Siry meminta Disdik memenuhi janjinya itu. “Kepada kepala sekolah, segera melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar agar pembangunan sekolah tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” pinta Azwar. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA