Date Selasa, 29 July 2014 | 23:47 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

RST Ganting Terapkan Go Green

Senin, 02-01-2012 | 18:08 WIB | 336 klik

Padang, Padek—Rumah Sakit Tentara (RST) Reksodiwiryo Ganting, Padang bakal menjadi pioner bagi rumah sakit di Padang dalam menerapkan Go Green. Konsep ramah lingkungan dan Asri itu, sudah mulai dikembangkan pihak RST ini sejak setahun terakhir.


”Saatnya kesan RS kami ini di-parancak dengan konsep hijau dan asri, agar tingkat kunjungan pasien lebih banyak lagi dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Kepala RST III Reksodiwiryo, Letkol CKM Farhaan Abdulah kepada Padang Ekspres, Jumat (30/12).


Konsep Go Green akan diterapkan optimal di RST. Seperti banyaknya pepohonan hijau nan rindang, pengaturan taman yang apik, memberikan suasana nyaman di RST. ”Pasien maupun keluarga yang menunggu pun tidak jenuh, karena ada kesan rileks dan adem di RTS ini,” tukas kepala RST tersebut.


Menilik tingkat kunjungan pasien berobat ke RST setelah konsep Go Green dibuat, diakui Farhan meningkat. ”Sepanjang tahun ini, rata-rata kunjungan pasien 500 orang per hari untuk tiap unit pelayanan, baik unit UGD, kebidanan, dan unit perawatan lainnya.

Untuk kegiatan operasi sudah dilakukan sebanyak 200 kali. Selain melayani pasien perorangan (umum), RST Reksodiwiryo juga melayani pasien Jamkesmas, Askes, Asabri, pasien Jasa Raharja yang mengalami kecelakaan dan juga menerima pasien trauma center.


Ingin Naik Tipe B
Sekalipun berada dalam pengawasan pihak Korem 032 Wirabraja, tidak menghambat niat pengelola RTS meningkatkan tipe rumah sakitnya. Malah keinginan Letkol CKM Farhaan justru menjadikan RST Reksodiwiryo menjadi tipe B.


Kini, dia dan para staf rumah sakit terus berbenah agar 2012 predikat rumah sakit tipe B dapat diraih. ”Pembenahan yang sudah kami dilakukan seperti menjadikan rumah sakitnya sebagai jejaring pendidikan kedokteran, dengan membuat kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unand pada awal 2011 lalu,” jelas pria berpangkat dua melati tersebut.

Untuk perubahan sistem manajemen pengelolaan, yakni mengedepankan kebersihan, keasrian dan kenyamanan pasien di rumah sakit. Selain itu, mempercepat pelayanan perawatan pasien, serta kemudahan pengurusan administrasi pasien.


Menyangkut fasilitas RST, Farhaan menjelaskan, untuk tempat tidur pasien baru 148 unit. Empat ruang operasi lengkap dengan peralatannya, lalu alat rontgen 2 unit bantuan Kemenkes dan PT Pertamina. Alat pacu jantung 2 unit, CT Scan 1 unit dan mesin cuci darah. Untuk menunjang perawatan, di-back up 15 dokter umum dan beberapa orang dokter spesialis.


Nah, untuk bisa mencapai tipe B, kami berniat menambah fasilitas yang kami miliki, di antaranya mencukupi kapasitas tempat tidur pasien menjadi 200 unit, lalu menambah sejumlah alat kesehatan (alkes) lainnya mulai dari DC Shock, peralatan alat bedah tulang, dan alat bedah syaraf. Bila semua itu bisa kami penuhi di 2012 ini, kami yakin tipe B bisa diraih,” kata Letkol CKM Farhaan. (zil)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA