Date Sabtu, 2 August 2014 | 13:33 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pendidikan

Kemenag RI Terbitkan NRG 224 Guru

Jumat, 30-12-2011 | 14:25 WIB | 1651 klik
Kemenag RI Terbitkan NRG 224 Guru

PERTAMA DI SUMBAR: Kepala Kemenag Kota Bukittinggi, M Nasir, menyerahkan sekalig

Bukittinggi, Padek—Setidaknya, 192 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk 32 guru honorer di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi dapat tersenyum lega. Sebab, selain memiliki sertifikat pendidik, keabsahan mereka juga ditandai dengan pemberian Nomor Registrasi Guru (NRG) berupa ID Card yang diterbitkan Kemenag RI.


NRG itu, sebagai salah satu syarat untuk pencairan dana tunjangan sertifikasi. “Di Sumatera Barat, baru Bukittinggi para guru sertifikasi di lingkungan Kemenag yang memiliki NRG,” kata Kepala Kemenag Kota Bukittinggi, M Nasir, pada penyerahan dan penyematan NRG kepada guru sertifikasi di aula MAN 1 Model, Gulai Bancah Bukittinggi, Kamis (29/12).


Dengan dipasangkannya tanda NRG yang dicetak Kemenag pusat dalam bentuk ID Card tersebut, ke depan para guru sertifikasi tidak mendapat kendala lagi dalam urusan menerima tunjangan sertifikasi.


Pernyataan M Nasir tersebut disambut gembira Kepala MAN 1 Model Refinel, kepala MAN 2, Aguslir, kepala MTSN 1, Aisyah. Begitu juga dengan Kepala MTsN 2, Irsyad, pengawas, Hasrat Amin serta ratusan guru lainnya. Hingga saat ini di Kota Bukittinggi tercatat 362 guru PNS yang berada di bawah Kemenag, baik yang mengajar di sekolah umum maupun sekolah keagamaan seperti MTSN MAN dan Ponpes serta 46 guru honorer.


Sementara yang lulus sertifikasi mencapai 192 guru PNS dan 32 guru honor. Guru PNS akan menerima tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai pangkat, golongan dan masa kerja perbulan. Sedangkan guru honorer yang telah mengabdi selama lima tahun dan belum masuk daftar inpasing, menerima tunjangan sertifikasi Rp1,5 juta perbulan.


Guru honor yang mengabdi selama 12 tahun lebih dan telah masuk daftar inpasing, menerima tunjangan setara dengan guru PNS golongan III/a. Namun sebagian guru belum menerima tunjangan, karena belum terbitnya NRG sebagai salah satu syarat pencairan dana tunjangan. Namun dengan terbitnya NRG itu, diharapkan tunjangan sudah dapat dicairkan.


Untuk itu, para guru diharapkan dapat meningkatkan kinerja, bukan karena tunjangan, akan tetapi keikhlasan. Sebab jika berorientasi pada uang di sisi yang Maha Kuasa takkan mendapat kan pahala.


”Peningkatan kinerja dalam mengabdi sebagai guru yang dilandasi keikhlalan dalam upaya melahirkan lulusan berkualitas mutlak dilakukan. Apalagi bagi para guru yang telah lulus sertifikasi serta menerima tunjangan, ke depan kinerja kembali akan dinilai tim ahli dari Kemenag, maupui tim yang telah dibentuk Kemendiknas,” jelasnya. (rul)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA