Date Jumat, 25 July 2014 | 00:42 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ekonomi Bisnis

Dari Sistem Konvensional hingga Kantongi ISO 9001-2008

Kiprah AA Catering

Selasa, 27-12-2011 | 12:13 WIB | 835 klik
Kiprah AA Catering

Rinaldi Iswara

Menekuni bisnis pengolahan makanan memang membutuhkan ketekunan dan keuletan. Karena yang menjadi pertimbangan utama dalam menekuni bisnis ini, cita rasa. Apabila makanan kita sudah sesuai dengan selera konsumen, maka dijamin pesanan pun akan terus mengalir.


Ini pula yang mendasari niat almarhumah Suarni, perintis usaha A.A Catering dalam membangun bisnis kateringnya yang kian tahun makin berkembang pesat. Terlebih setelah tongkat estafet pengelolaan bisnis turunan itu dikelola anak kandung Suarni, Rinaldi Iswara yang kini menjadi Direktur Utama A.A Catering.


”Sejatinya, bisnis katering yang saya kelola itu sesuai dengan kebutuhan dan pola hidup masyarakat moderen yang menuntut kepraktisan dalam hal penyediaan makanan dan minuman. Baik untuk acara-acara atau kegiatan-kegiatan yang diadakan dan sudah direncanakan,” kata Rinaldi Iswara dalam percakapannya dengan Padang Ekspres, belum lama ini.


Dengan alasan-alasan itulah, ibunda Rinaldi, Suarni mendirikan usaha katering pada 1978. ”Sedangkan modalnya kala itu Rp5 juta,” imbuhnya. Modal tersebut, lanjut Rinaldi, digunakan hanya untuk membeli peralatan. Sedangkan untuk membeli bahan baku, menggunakan uang muka dari pemesan.


Rinaldi mengaku, usaha itu awalnya hanya untuk lingkungan Polda Sumbar saja waktu itu. Katering itu disediakan untuk kegiatan rapat, arisan, dan tamu-tamu di lingkungan Polda saja.


Sepuluh tahun kemudian, usaha itu berkembang pesat seiring dengan makin banyaknya pesanan yang diterima AA Catering, mulai dari permintaan untuk berbagai acara pesta hingga semua lapisan masyarakat di Sumbar. Perkembangan itu, mengubah pula pola kepengelolaan katering yang (saat ini) berkantor pusat di Jalan Pramuka, Padang, Sumbar, ini dari konvensional menjadi profesional.

Dan, lahirlah A.A Catering yang berbadan hukum PT Anugerah Agung Citratama. Imbas lebih lanjut, tentu saja terjadi pertambahan modal yaitu sebesar Rp300 juta-Rp500 juta.


Lalu pada 2002, perusahaan yang mampu memenuhi kapasitas pesanan sebanyak 4 ribu hingga 5 ribu porsi per hari itu mulai melayani berbagai maskapai penerbangan, seperti Garuda Indonesia, Merpati Airlines, Mandala Airways, Batavia Air, Pelita Air, Sriwijaya Air, Linus Airways, Kartika Air, dan penerbangan kepresidenan.


”Di tahun yang sama, kami juga mengembangkan usaha dengan membuka cabang di Pekanbaru, Riau. Lantas, pada 2010, dibuka lagi cabang di Batam, Kepulauan Riau. Selanjutnya di 2012 mendatang dibuka juga cabang di Makassar dalam bentuk franchise (bagi hasil),” jelas tamatan Teknik Mesin USU tersebut.


Berkat kerja keras serta upaya meningkatkan performa bisnisnya, berbagai perbaikan untuk kemajuan usaha terus dilakukan Rinaldi. Salah satu terobosan yang dibuat guna meningkatkan brand image usahnya, A.A Catering menerapkan sistem manajemen terkomputerisasi mengadopsi standarisasi internasional yaitu Sistem Management Mutu ISO 9001-2008 dari Badan Sertifikasi Internasional (SAI Global). ”Bisa dikatakan, usaha saya itu hanya satu-satunya bisnis catering yang mengantongi ISO 9001-2008 dan juga pengakuan dari MUI,” papar Rinaldi Iswara.


Di sisi lain, dirinya juga ingin menjalin kerja sama dengan pebisnis makanan lainnya, sehingga usaha A.A Catering tersebut lebih berkembang. A.A Catering, lanjut Rinaldi, menawarkan tiga paket kemitraan yaitu pertama, Paket Platinum dengan nilai investasi Rp750 juta di mana Rp100 juta di antaranya untuk franchise fee. Sementara, BEP (Break Even Point) akan tercapai dalam tempo 2,5 tahun. Kedua, Paket Gold dengan nilai investasi Rp500 juta di mana Rp70 juta di antaranya berupa franchise fee. Untuk BEP, akan tercapai dalam waktu dua tahun.


Ketiga, Paket Silver dengan nilai investasi Rp350 juta di mana Rp50 juta di antaranya untuk franchise fee. Sedangkan BEP, terjadi pada tahun kedua. ”Pada masing-masing paket dibebankan royalty fee sebesar 2,5 persen dari gross sale per bulan, untuk masa kemitraan lima tahun,” jelas kelahiran Bukittinggi, 12 April 1964 ini.


Ditambahkannya, A.A Catering memiliki komitmen menjalankan seluruh aspek manajemen secara profesional, mengembangkan sumber daya manusia, dan tampil terbaik untuk kepuasan para pelanggan. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA