Date Selasa, 29 July 2014 | 15:41 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Olah Raga

Tolak Rematch, Bidik Unifikasi Gelar

Selasa, 19-04-2011 | 10:25 WIB | 175 klik

London, Padek—Masa depan Amir Khan di tinju profesional makin cerah. Kemenangan petinju Inggris keturunan India itu atas Paul McCloskey (Irlandia Utara) akhir pekan lalu membuat peluangnya untuk merajai kelas welter ringan (63,5 kg) makin terbuka. Setelah empat kali menjalani pertarungan mempertahankan gelar versi WBA, kini dia membidik unifikasi gelar.


Pertarungannya melawan McCloskey pada Minggu (17/4) dihentikan pada ronde keenam, setelah McCloskey mengalami luka di pelipisnya. Kubu McCloskey langsung melayangkan penawaran rematch atau pertarungan ulang. Namun, Khan dengan tegas menolak tawaran tersebut.
”Saya punya hal yang lebih besar untuk dilakukan dari pada sebuah rematch,” ujar Khan seperti dikutip AFP.


Kubu Khan sudah mengarahkan bidikan yang jelas. Mereka mengincar petinju Amerika Serikat (AS) Tim Bradley yang menguasai gelar kelas welter ringan versi WBC dan WBO. Bahkan, tanggal pertarungannya pun telah ditandai, yaitu 23 Juli.”Saya hanya ingin menyatukan gelar dan melawan Bradley,” tegas Khan.
Pertarungan melawan Bradley bukan hanya soal perebutan gelar. Khan juga butuh popularitas dengan bertarung di ranah Amerika. Apalagi Bradley adalah salah satu petinju kesayangan publik Amerika saat ini.


Bertarung di Amerika merupakan kesempatan besar bagi Khan. Namun, itu bukan pengalaman baru bagi petinju 24 tahun itu. Dia sudah dua kali bertarung di Amerika, dan dua-duanya berakhir kemenangan. Dua pertarungan tersebut merupakan duel mempertahankan gelar welter ringan WBA yang dua-duanya berlangsung pada 2010.
Keinginan Khan dan kubunya tersebut mendapatkan dukungan dari Oscar de la Hoya, bos Golden Boy Promotions (GBP) yang memegang hak pertarungan Khan di Amerika. De La Hoya langsung menyodorkan nama Bradley seperti yang diinginkan pihak HBO (jaringan televisi Amerika).


”Kini, kami akan memanggungkan duel mempertahankan gelar untuk Amir di Amerika. HBO menginginkan pertarungan melawan Bradley dam itulah yang akan kami usahakan,” tutur De La Hoya. (ady/diq/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA