Date Senin, 28 July 2014 | 13:13 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ragam Info

Tak Menyiakan Waktu untuk Belajar

Amanda Khalieta

Minggu, 18-12-2011 | 11:46 WIB | 564 klik
Amanda Khalieta

Amanda Khalieta

Sepintas, jika dilihat dari perawakan dan gayanya yang santai, banyak orang tidak akan percaya kalau Amanda Khalieta, 14 merupakan pengukir prestasi tingkat internasional. Ya, baru-baru ini tepatnya 9 Desember lalu, pelajar SMPN 1 Padang ini meraih medali perunggu pada International Junior Science Olympiad (IJSO) 2011 di Durban, Afrika Selatan.


IJSO merupakan pertandingan internasional bidang sains. Mata pelajaran yang dipertandingkan adalah Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika. Sebelum diutus sebagai perwakilan Indonesia, berbagai seleksi telah dijalani gadis ini. Awalnya tingkat Kota Padang, lalu tingkat provinsi, dan terakhir Indonesia.


Untuk meraih prestasi tersebut, tentu bukan hal yang mudah. Padang Ekspres mencoba menggali bagaimana Amanda berhasil mengukir prestasi internasional ini. Belajar tentu menjadi kunci utama keberhasilan Amanda. Gadis yang hobi membaca ini tidak hanya membaca buku-buku pelajaran tingkat SMP. Amanda bahkan telah membaca buku yang lumrah digunakan anak kuliahan dalam menuntut ilmu. Contohnya, buku ilmu forensik milik orangtuanya.


Kecintaan Amanda pada membaca sudah dimulai sejak dia balita. Pada umur tiga tahun, Amanda sudah bisa membaca Iqra. Saat telah empat tahun, gadis belia ini telah lancar membaca majalah. Hebatnya lagi, saat dia berumur lima tahun, Amanda telah dapat menjelaskan detail mengenai hewan prasejarah seperti dinosaurus, mulai dari jenis tulang hingga ukuran.


Kedua orangtua Amanda berprofesi sebagai dokter. Papinya spesialis mata dan maminya spesialis kelamin dan kulit. Melalui buku-buku milik orangtuanya, Amanda memuaskan keingintahuannya mengenai ilmu bilogi. Ketertarikan Amanda tidak hanya pada ilmu Biologi. Untuk mata pelajaran lainnya, anak pertama dari empat bersaudara ini membaca buku umum dan juga mencari referensi di internet.


“Di rumah banyak buka buku Papi dan Mami. Dari pada nganggur, lebih baik dibaca. Apalagi buku Papi dan Mami banyak yang berkaitan dengan Biologi,” ujarnya malu-malu.


Selain membaca buku yang jauh di atas tingkat pendidikannya, Amanda selalu belajar setiap hari. Tidak ada kata lelah dalam belajar. Bahkan orangtunya sering mengatakan agar Amanda untuk sejenak berhenti belajar. “Karena Amanda kalau sudah belajar, bisa sampai tengah malam.”


Kedua orangtuanya turut andil dalam menurunkan kecintaan pada ilmu Biologi. Sejak kecil, dia telah dikenalkan pada masalah Biologi. Dari kecintaannya pada ilmu Biologi itulah Amanda mengembangkan bakat pada mata pelajaran lainnya. Terbukti, Amanda berhasil meraih segudang prestasi. Buktinya, Juni lalu dia baru saja menyabet medali perak pada OSN di Manado.


Bagi Amanda, belajar tidak hanya di rumah saja. Waktunya di sekolah juga digunakan dengan sebaik-baiknya untuk belajar. Apalagi Amanda bersekolah di SMP favorit di Kota Padang yang berlabel Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Ditambah teman sekelas yang memang suka belajar dan berdiskusi. Atmosfir seperti itulah yang membuat semangat belajar Amanda terus berkobar.


Setiap pelajaran yang diberikan guru selalu diikutinya dengan serius. Di luar kelas, bersama teman kelompok, Amanda menyempatkan mengulang pelajaran yang telah dipelajari di kelas tadi atau mempersiapkan bahan belajar berikutnya.


Tak hanya melulu belajar, Seperti remaja lain seusianya, Amanda juga menyempatkan diri untuk bermain dengan teman sekelas. “Kalau jenuh, ia main piano, nonton TV, dan bercanda dengan adik-adiknya, kadang update status di wall facebook dan chatting.”(eka rianto/iwan)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA