Date Sabtu, 2 August 2014 | 15:35 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Peristiwa

Kapolres: Tersangka Akui Perbuatan

Guru Ngaji Cabul di Mushalla

Kamis, 08-12-2011 | 12:21 WIB | 528 klik

Payakumbuh, Padek—Seorang guru mengaji di Mushalla Al-Ikhlas, Kompleks Perumahan BTI, Kelurahan Padang Tangah Payobada, Kecamatan Payakumbuh Timur, berinisial RP, 25, terpaksa diamankan anggota Satreskim Polres Payakumbuh, Rabu (7/12) sore.


Kapolres Payakumbuh AKBP S Erlangga kepada Padang Ekspres mengatakan, RP diamankan karena diduga kuat telah berbuat cabul terhadap anak usia 7 tahun atau anak di bawah umur.


”Tersangka RP diduga berbuat cabul terhadap seorang anak muridnya. Perbuatan itu diduga dilakukan di dalam Mushalla Al-Ikhlas, tempat tersangka biasa mengajar mengaji,” ujar AKBP S Erlangga.


Kapolres berperawakan tenang itu mengatakan, saat diamankan oleh anggota Satreskrim dari Mushalla Al-Ikhlas, tersangka RP tidak memberi perlawanan. ”Ia cukup kooperatif waktu dijemput petugas,” ujar Erlangga.


Sampai tadi malam, RP masih diperiksa penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polres Payakumbuh. ”Dari hasil pemeriksaan, tersangka RP mengakui perbuatannya mencabuli bocah di bawah umur,” kata Kapolres.


Sejauh ini, belum bisa digambarkan, perbuatan cabul seperti apa yang dilakukan RP terhadap bocah usia bawah umur itu. Kendati demikian, kasus yang diduga dilakoni RP sangat menampar wajah masyarakat Luak Limopuluah, khususnya Kota Payakumbuh.


Masyarakat semakin merasa tertampar, sebab sebelumnya seorang penjudi toto gelap di Nagari Taram, Harau, Limapuluh Kota juga berbuat melampaui batas. Ia menjadikan, cover buku ‘Doa-Doa Rasulullah dan Shalawat Nabi’ sebagai sampul buku ‘Tafsir Mimpi’ Togel.


Kembali kepada tersangka RP, bila perbuatannya terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, maka sesuai undang-undang, dia bisa dijerat dengan pasal berlapis. Yakni, Pasal 82 UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 292 KUHP, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA