Date Selasa, 29 July 2014 | 11:35 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Penyandang Cacat Dituntut Kreatif dan Mandiri

Rabu, 07-12-2011 | 12:54 WIB | 205 klik

M Yamin, Padek—DPRD Padang meminta Pemko memberikan perhatian pada penyandang cacat. Sebab, dalam APBD Padang belum ada pengusulan anggaran khusus untuk mereka.


”Pemko sering lupa mengalokasikan anggaran untuk orang cacat. Seharusnya, Pemko juga mengakomodir para penyandang cacat ini. Orang cacat harus mendapat perlakuan sama. Saya melihat masih ada diskriminasi bagi penyandang cacat,” ujar anggota DPRD Komisi IV DPRD, Ilham Maulana, kemarin (6/11).


Dia menyebutkan, Pemko harus memperluas kesempatan kerja untuk penyandang cacat. Dengan begitu, ada jaminan hidup yang lebih baik untuk penyandang cacat. Sejauh ini, tak satu pun fasilitas umum mengakomodir kebutuhan penyandang cacat.


Di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Hariadi Dahlan mengklaim sudah memberikan perhatian pada penyandang cacat. Bahkan, Pemko juga telah mengangkat penyandang cacat menjadi pegawai negeri sipil. “Tak cuma itu, jika penyandang cacat memiliki prestasi, Pemko juga menyekolahkannya ke jenjang pendidikan lebih tinggi,” katanya.


Data di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Padang, jumlah penyandang cacat di Padang 100 orang. Mereka telah diberikan pelatihan berupa pijat serta pelatihan musik. Dengan adanya keterampilan itu, para penyandang cacat bisa meningkatkan taraf hidupnya.


”Silakan cek ke kantor saya. Di sana ada penyandang cacat berlatih musik. Kalau ada orang nikah dan mengundang mereka menyanyi, jasa mereka dapat dimanfaatkan,” katanya.


Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) ini mengatakan, penyandang cacat harus mengubah sudut pandangnya dan bisa mandiri. Dengan kemandirian tersebut, penyandang cacat bisa menghidupi diri dan tak perlu harus meminta-minta di jalan.


“Terus terang saya kurang suka dengan penyandang cacat meminta di jalan yang menjadikan kekurangan fisiknya sebagai alasan untuk meminta. Harusnya para penyandang cacat itu menjadi kekurangsempurnaannya menjadi motivasi, bukan malah sebaliknya. Jika ada penyandang cacat yang ingin mengembangkan potensi dirinya akan kami bantu,” kata Hariadi.


Secara terpisah, Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah juga menyebutkan perhatian Pemko terhadap penyandang cacat sudah optimal. Tak pernah melakukan diskriminasi dalam hal memperoleh kesempatan kerja dan pendidikan.

Sebutnya, pada tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan, telah diinstruksikan agar tetap memberikan prioritas terhadap penyandang cacat. “Saya sudah pesankan itu,” kata Mahyeldi.


Pada tahun depan, Pemko telah membuat kebijakan, setiap fasilitas umum yang dibangun harus dilengkapi sarana bagi penyandang cacat. (ayu/mg16)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA