Date Kamis, 24 July 2014 | 20:00 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Cerdaskan Anak Cacat, jangan Abaikan

Senin, 05-12-2011 | 12:47 WIB | 273 klik

Padang, Padek—Persatuan Penyadang Cacat Indonesia Provinsi Sumatera Barat (PPCI) terus berupaya mencerdaskan masyarakat penyandang cacat (disabilitas) dalam berbagai bidang melalui pendidikan formal atau non formal.


Ketua DPD PPCI Sumbar, Jhoni Aulia mengatakan, Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (Hipenca) untuk mengembangkan wawasan masyarakat terhadap persoalan kehidupan para penyandang cacat. Juga memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang cacat, termasuk dalam hal mendapatkan pekerjaan dan hak yang sama.


Sesuai kriterianya, penyandang disabilitas (tunadaksa, tunarunggu, tunanetra dan tunahgrahita) memiliki kompetensi tersendiri. Dari berbagai potensi tersebut, bagaimana pihaknya bisa mengembangkan, sehingga potensi tersebut bisa tersalurkan.


Selain itu, dikatakannya, dalam mengembangkan kompetensi siswa penyandang disabilitas tersebut, PPCI Sumbar akan terus memperjuangkan hak-hak mereka dalam segala bidang. “Lomba-lomba ini kita berharap bukan hanya seremonial, melainkan mendorong peningkatan pendidikan karakter,” ujarnya.


“Tahun sekarang memang kita plotkan Kota Padang, karena selama ini kegiatan Hipenca dilaksanakan di sekolah masing-masing. Mudah-mudahan di tahun mendatang kita kemas lagi secara profesional, sehingga bisa melibatkan siswa penyandang disabilitas se-Sumbar,” ungkap Alumni IAIN Imam Bonjol itu.


Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Subrayon Tiga Kota Padang, Rafmateti menyebutkan, lomba kali ini merupakan yang pertama serentak dengan SLB, panti-panti maupun siswa inklusi.


“Kita berharap kegiatan ini dapat perhatian dari semua pihak agar keberadaan siswa penyandang disabilitas dapat diperhatikan dimasa mendatang, baik itu diakalangan pemerintah maupun swasta, karena siswa penyandang disabilitas itu tidak kalah saingnya dengan siswa non disabilitas,” katanya yang juga Kepala SLB YPPA Padang.


“Kami juga berharap kepada pemerintah daerah, untuk mengeluarkan sebuah Perda Hak Asessibilitas Penyandang Cacat, karena saat ini penyandang cacat dianggap sebagai sekumpulan orang yang tidak berdaya, tidak mampu dan menyandang masalah karena tercela atau cacat,” tuturnya.


Setidaknya, kata dia, ini memberikan kesempatan dan kesetaraan yang sama kepada penyandang cacat untuk terlibat dalam pembangunan dan menunjang kebutuhan dalam pengadaan sumber daya manusia. Walaupun punya keterbatasan fisik, namun secara kinerja mereka bisa seperti orang normal,” ujarnya Teti. (mg6)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA