Date Kamis, 10 July 2014 | 23:56 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Datang Pagi-pagi, Peserta Banyak Grogi

Melongok Audisi I Indonesian Idol di Kota Padang

Minggu, 04-12-2011 | 13:09 WIB | 1358 klik
Melongok Audisi I Indonesian Idol di Kota Padang

Antre: Ribuan peserta rehat sejenak, menunggu antre memasuki ruangan penjurian.

Proses pencarian idola baru lewat Indonesian Idol akhirnya tiba di Kota Padang. Selain audisi terbuka, tim juga melaksanakan School Auditions, Special Hunt dan Street Audition. Pelaksanaan audisi terbuka digelar selama dua hari (3–4/12) di Universitas Putra Indonesia (UPI) Convention Centre. Hari pertama, ribuan peserta telah membanjiri area antrean.

Sejak pukul 06.30 WIB, peserta audisi Indonesian Idol 2011 Kota Padang rela antre untuk registrasi. Padahal, registrasi pada audisi hari pertama dimulai pukul 08.00 WIB. Peserta audisi ini ternyata bukan hanya datang dari Kota Padang dan daerah lain di Sumbar saja. Ada juga peserta yang datang dari Pekanbaru dan Jambi.


Beragam dandanan serta gaya kostum para peserta mewarnai audisi yang pertama kali untuk Kota Padang. Ada bergaya kantoran, kasual, artis, dan dandanan lainnya. Inti utamanya satu, ”Be A Star”.


Tak hanya di luar area UPI Convention Centre, di Holding Room para peserta juga nampak sabar menunggu giliran mereka dipanggil. Tak sedikit yang cuek nyanyi-nyanyi sendiri menghafalkan lagu. Wajah-wajah mereka ada yang terlihat nervous, namun ada pula yang santai dan biasa saja.


“Aku pengen jadi idola dan terkenal,” kata Ridho Fauzi, 18, cowok asal Pekanbaru yang mengidolakan Mike Mohede. Ridho, salah satu peserta dari sekitar 5.000 peserta audisi Indonesian Idol di Padang yang rela antre di halaman UPI Convention Centre. Ia ngantre sejak pukul 07.00 WIB.


Audisi Indonesian Idol kali ini, kata Ridho, untuk kedua kali diikutinya. Tahun lalu, ia pernah menjajal kemampuan di bidang tarik suara ini saat audisi di Jakarta. “Yah, karena belum beruntung aja, niat jadi idola belum kesampaian,” kata mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau ini.


Ridho yang datang bersama teman ceweknya Ega Septia, tampak santai dan tidak terlalu nervous untuk mengikuti audisi kali ini. “Biasa aja, Bang. Untuk ngilanginnya, sambil ngantre nyanyi sendiri atau berdua sama teman,” katanya seraya menyebutkan akan menyanyikan lagu pop dan beat di hadapan dewan juri lokal.


Ega Septia, 19, peserta lainnya juga mengatakan hal sama. “Penasaran aja ngikutin ajang Indonesian Idol ini. Sambil ngasah bakat nyanyi mana tahu jebol untuk ikut ke tahap berikutnya ke Medan,” kata Ega yang mengaku sudah dua hari datang ke Padang khusus mengikuti audisi ini.


Ega mengatakan ini pengalaman keduanya untuk mengikuti audisi. Tapi, yang pertama bukan Indonesian Idol tapi salah satu ajang berbakat yang diadakan stasiun televisi swasta lain. “Ketika itu, audisi di Medan. Belum nasib, ya belum beruntung terkirim ke Jakarta,” ujar mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Riau ini.


Ria, yang juga salah seorang calon kontestan warga Padang, mengatakan ia pukul 06.00 WIB sudah berangkat dari rumah. Tujuannya cepat-cepat pergi agar cepat ikut audisi Idol. Ketika ditanya targetnya juara. “Tapi kalau gagal nggak apa-apa yang penting berjuang dulu,” kata karyawan swasta ini.


Ria menceritakan perjuangannya untuk mengikuti audisi ini harus rela meninggalkan pekerjaannya. “Saya berharap sekali bisa sampai babak spektakuler. Perjuangan saya untuk jadi penyanyi bukannya sedikit. Saya sampai meninggalkan pekerjaan demi tawaran menyanyi,” katanya.


Tak hanya formulir saja dibawa peserta. Beberapa peserta juga ada terlihat membawa alat musik saat mengikuti audisi. Menurut salah satu peserta dari Padang bernama Yopi, 24, ia sengaja membawa gitar untuk menunjukkan kepada juri, dia adalah seorang musisi multi-talenta.


“Saya nggak main-main ikut audisi ini, Bang. Gitar ini salah satu pengiring ketika tampil dihadapan dewan juri. Pokoknya, harus optimis sampai ke babak spektakuler. Doakan, Bang,” kata pengamen jalanan ini.


Proses Penjurian

Usai registrasi para peserta memasuki Holding Room. Di ruangan itu, peserta mengisi story board berisikan 13 pertanyaan. Usai di ruangan tersebut, peserta melangkah ke judging room. Di sanalah peserta menampilkan bakat nyanyi dengan dua lagu, beat atau pun mellow.


“Juri lokal pun memberikan penilaian layak atau tidak untuk menuju langkah berikutnya, yakni video booth. Di sini, peserta bernyanyi sambil direkam. Untuk hasil penentuan ke Medan, pengumumannya hanya dihubungi melalui handphone,” kata Public Relation and Promotion Fremantlemedia, Clarissa Mediana kepada wartawan.


Di judging room ini, ada empat ruangan yang dihuni oleh delapan juri lokal. Dengan dua juri di masing-masing ruang. Dengan demikian, ada empat peserta yang bisa dinilai sekaligus.


Redho Pratama, 22, asal Bengkulu berjalan gontai, meski senyum masih mengembang di wajahnya. Tapi sorot matanya tak bisa menutupi kekecewaannya. Mantan mahasiswa ini gagal masuk tahap selanjutnya di ajang Indonesian Idol gara-gara suara hilang saat di judging room. “Yah, nggak apa-apa. Aku mungkin bisa coba audisi kembali besok (hari ini, red). Doain berhasil,” katanya sambil tertawa, getir.


Hal yang sama juga dirasakan Rifka, 20, cewek asal Padang. “Belum berhasil, Bang. Ntah kenapa grogi aja pas di judging room. Besok, saya akan coba lagi. Mudah-mudahan berhasil. Hidup ini harus optimistis,” katanya.


Padang, kota kedua dari 16 kota yang dikunjungi Indonesian Idol setelah Palembang. Selain audisi terbuka seperti ini, Indonesian Idol juga menggelar rangkaian audisi khusus seperti Special Hunt, Bus Audition, School Audition dan Street Audition.


Kriteria penilaian juri untuk para peserta audisi Indonesian Idol 2012 tidak cukup hanya memiliki kualitas suara yang bagus, namun juga memiliki attitude dan personality yang baik sebagai syarat utama menjadi idola baru Indonesia.


”Seleksi awal di Padang akan dinilai oleh juri lokal. Peserta yang lolos akan dilakukan rekam video untuk menjadi bahan penilaian dari tim RCTI dan Fremantle Media. Setelah itu baru terpilih peserta yang berhak terbang ke Medan,” lanjut Clarissa.

Peserta audisi yang lolos di Medan akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti audisi puncak sekitar Februari 2012. Pendaftaran audisi Indonesian Idol dibuka hingga hari ini, Minggu (4/12). (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA