Date Rabu, 23 July 2014 | 08:54 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

10 PNS Disanksi, 2 Guru Dipecat

Rabu, 30-11-2011 | 13:55 WIB | 321 klik

Sijunjung, Padek—Upacara Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Lapangan M Yamin, Muaro, ditandai dengan pengumuman 10 pegawai indisipliner. Mereka ditampilkan di tengah lapangan upacara. Empat di antaranya diberikan hukuman disiplin berat, enam lainnya hukuman sedang.


Dari empat PNS yang kena sanksi disiplin berat, dua di antaranya diberhentikan dengan hormat. Dua PNS itu; Hernita, guru SDN 2 Sijunjung, kesalahan tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah selama 46 hari dan Salmon, guru SDN 27 Kamang.


Dua orang lainnya, mendapat sanksi penurunan pangkat setingkat lebih rendah dari sebelumnya. Keduanya; Nurhayati, PNS di Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagari Sijunjung dan Ramlis, guru SDN 1 Palaluar.


Sedangkan 6 pegawai yang mendapatkan sanksi disiplin sedang, yakni Afridas, Kasi Kesra Kantor Camat Sumpurkudus, dengan kesalahan pemotongan honor guru TPQ/TPSQ di Kecamatan Sumpurkudus.


Kemudian Joharman, Kasi Keselamatan, Pencegahan, dan Penanganan Lalu lintas di Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi (Inforkom), atas kesalahan pemalsuan percetakan dokumen berita acara pelanggaran lalu lintas dan angkutan di Dishub.


Lalu Azwar, Kepala Seksi Pengawas Pemerintah di Inspektorat Sijunjung, dan Perisman, Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner di Dinas Peternakan dan Perikanan Sijunjung, terlibat kasus perjudian.


Sedangkan Suardi, Kasubid Mutasi Pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Sijunjung, terlibat tindak pidana penganiayaan, dan Darman, pegawai Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, terlibat pelanggaran asusila. Sanksinya berupa mutasi.


Pemberian Reward
Selain pemberian punish, bagi pegawai berprestasi diberikan reward. Di tempat yang sama, juga diumumkan pegawai teladan, guru, dan pelajar berprestasi di olahraga.


Banyaknya kasus pelanggaran yang dilakukan PNS Sijunjung, ditanggapi Ketua Komisi III DPRD, Asriben Datuak Rajo Pahlawan.
“Kami berharap hukuman ini dapat memberikan efek jera bagi pegawai agar tidak melakukan kesalahan. Para pegawai seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat,” kata Asriben.


Tak Ada Bendera
Secara terpisah, upacara peringatan Hari Korpri di halaman Kantor Bupati Pessel, tanpa kibaran bendera merah putih. Ini dikarenakan tali pengerek bendera, menyangkut di tiang.


Insiden ini kontan membuat Bupati Pessel, Nasrul Abit selaku pembina upacara, kecewa. Dalam amanatnya, dia berulang kali menegaskan agar insiden ini jangan terulang kembali.


Upacara Hari Korpri kemarin disejalankan dengan upacara Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru. Upacara diikuti seluruh pegawai, termasuk guru. Selain itu, hadir unsur muspida. Kabag Kesbangpol Linmas Setkab Pesisir Selatan, Muskamal menegaskan, sebelumnya persiapan upacara telah dilakukan maksimal. “Ini insiden yang tidak disengaja,” jelasnya. (x/yo)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA