Date Sabtu, 26 July 2014 | 20:09 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Dugaan Korupsi PLN Kuranji

Penuntut Umum Tetap pada Tuntutan

Jumat, 25-11-2011 | 11:22 WIB | 247 klik

Khatib Sulaiman, Padek—Penuntut umum kasus korupsi harga tanah pembangunan Kantor PLN Rayon Kuranji tetap kekeuh pada tuntutan mereka pada sidang, 8 November lalu. Yakni, terdakwa Sunaryo (panitia pengadaan tanah) dan Asrul (perantara/makelar) dituntut 2 tahun 3 bulan penjara.


“Terdakwa Asrul dan Sunaryo tidak dapat dibebaskan dari dakwaan,” kata salah seorang penuntut umum, Ikwan Ratsudy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang, kemarin (24/11).


Di depan persidangan yang dipimpin majelis hakim yang diketuai Imam Syafei dan anggota Jon Effreddi dan M Takdir, Ikwan menegaskan, berdasar keterangan saksi dan terdakwa, serta barang bukti di persidangan, penuntut umum mempunyai tugas untuk membuktikan terdakwa bersalah. “Dan ini telah kami tuangkan dalam surat tuntutan yang dibacakan pada 8 November lalu,” ungkap Ikwan.


Berita sebelumnya, penasihat hukum (PH) terdakwa menyatakan, tidak ditemukan mark up harga tanah yang menimbulkan kerugian bagi pihak PLN selaku pengguna dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan kantor PLN Rayon Kuranji tahun 2007 tersebut.


Penegasan itu dibuktikan tidak adanya tuntutan dari pihak PLN Sumbar serta tidak adanya temuan yang didapati dari kontrol internal (KI) dan satuan pengawasan intern (SPI) dari pihak PLN maupun temuan oleh pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumbar yang berwenang melakukan audit dan menghitung kerugian negara sesuai penjelasan Pasal 32 Ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999. (bis)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA