Date Jumat, 25 July 2014 | 15:56 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Dua Warga Agam Ditangkap Edarkan Sabu-sabu

Sabtu, 12-11-2011 | 16:02 WIB | 260 klik

Padangpanjang, Padek—Kota Serambi Mekkah Padangpanjang terus menjadi target peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) beberapa waktu belakangan.

Dua pelaku pengedar narkoba jenis sabu dalam paket kecil, kembali berhasil diringkus jajaran Satnarkoba Polresta Padangpanjang, Kamis (10/11) sore kemarin.

Masing-masing “MI”, 23, dan “AP”, 21, berhasil diringkus aparat kepolisian di Simpang Tiga Batu Palano, sekitar pukul 17.30 WIB. Penangkapan terhadap dua pelaku yang berprofesi masing-msing sebagai sopir angkot Koto Baru-Bukittinggi dan buruh angkat Pasar Padang Luar itu, berawal dari informasi dari informan.


MI dan AP yang merupakan warga Sungai Tanang, Banuhampu, Agam itu ditangkap petugas ketika sedang mengendarai kendaraan bermotor jenis RX King BM 6725 TQ. Keduanya pada sore itu hendak menjajakan barang haram tersebut ke Padangpanjang.


“Saat penangkapan, ternyata kedua pengedar tersebut ebih dahulu membuang barang bukti (BB) karena mengetahui keberadaan petugas sebelum dicegat. Pelaku akhirnya mengaku kepada petugas, dan melakukan pencarian bersama di tempat SS dibuangnya,” ujar Kasat Narkoba AKP Masran kepada Padang Ekspres, kemarin (11/11).


Setelah melakukan pencarian beberapa saat, petugas aparat kepolisian berhasil menemukan sabu paket kecil senilai Rp1 juta tersebut terbungkus plastik kecil yang dilapisi kertas buku, di dalam kotak rokok Clas Mild.


Tanpa perlawanan, kedua pelaku beserta barang bukti digiring ke Mapolres pada sore itu untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan di Mapolres Padangpanjang, kedua pelaku mengakui menjual sabu ke Padangpanjang untuk kedua kalinya.


“Pengakuan pelaku, BB mereka beli dari salah seorang bandar narkoba yang berdomisili di Bukittinggi. Mereka pernah berhasil menjualkan sabu yang juga dalam paket kecil di Padangpanjang, namun tidak diketahuinya nama si pembeli pertama,” tutur Masran.


Mengetahui BB didapat pelaku dari bandar di Bukittinggi, AKP Masran mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Satnarkoba Polresta Bukittinggi. “Informasi langsung kita berikan kepada pihak Satnarkoba Polresta Bukittinggi untuk kepentingan pengembangan di wilayah hukumnya. Saat ini, indentitas bandar sudah kita berikan kepada mereka demi tindaklanjut penindakan,” jelasnya.


Atas perbuatannya, kedua pelaku dinyatakan melakukan tindak pidana melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009, Pasal 112 Ayat 2 dan Pasal 127 Ayat 1. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA