Date Jumat, 1 August 2014 | 16:48 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Perantau Padanglua Ambil Bagian

Hewan Kurban Terbebas Anthrax

Selasa, 08-11-2011 | 12:46 WIB | 201 klik

Bukittinggi, Padek—Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Bukittinggi, masih menugaskan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban sampai Rabu (9/11) besok, atau tiga hari (H+3) setelah hari raya Idul Adha 1432 Hijriyah.


Cukup lamanya jadwal tim pemeriksa kesehatan bertugas di lapangan memeriksa hewan kurban, sekaitan tidak semua masjid dan mushala yang melakukan pemotongan hewan usai shalat Idul Adha.


Alhamdulillah, dari pemeriksaan tim sebelumnya, belum ada ditemukan hewan kurban yang dipotong pengurus masjid dan mushala tersebut yang terinfeksi penyakit menular. Mudah-mudahan, ke depan tidak ada hewan kurban yang terinfeksi penyakit manular hingga pemotongan selesai,” ujar Kepala Dispertan Bukittinggi, Asnil Syarkawi kepada Padang Ekspres, Senin (7/11).


Menurut Asnil, sedikitnya tim kesehatan hewan kurban telah memeriksakan 700 ekor sapi dan 50 ekor kambing yang tersebar di masjid dan mushalla di Bukittinggi, sebelum pemotongan dilakukan.


Selain bertugas memeriksa hewan kurban, tim kesehatan juga menyosialisasikan pencegahan penyakit yang sering menyerang hewan ternak. Bahkan sebulan jelang Idul Adha 1432 H, pihak Dispertan menganjurkan warga membeli hewan kurban yang memiliki surat jalan ternak. Bahkan hewan yang dibeli di pasar ternak di luar Bukittinggi agar diminta surat pemeriksaan hewan dari petugas kesehatan setempat.


Dispertan pun telah memberikan pengetahuan ke masyarakat cara mengidentifikasi hewan terinfeksi penyakit, dengan memeriksa kuku, mulut dan kulit. ”Jika kuku sapi membiru dan menderita penyakit kulit, jangan dibeli,” tegas Asnil. Sebab, ciri-ciri hewan ternak seperti itu, kemungkinan besar mengidap penyakit. ”Alhamdulillah, saran itu dijalankan masyarakat sehingga tidak ditemukan hewan kurban yang terinfeksi penyakit berbahaya,” katanya lagi.


Diikuti 50 Perantau
Sementara itu, kendati diguyur hujan lebat, pemotongan sapi kurban di Nagari Padanglua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Minggu (6/11) tetap berjalan lancar.


Peserta kurban bersama masyarakat tetap memadati lapangan Nagari Padanglua, tepatnya di depan Kantor Wali Nagari. Sebanyak 40 ekor sapi dipotong untuk dibagi-bagikan kepada seluruh masyarakat di Padanglua dan sekitarnya.


Ketimbang tahun sebelumnya, pelaksanaan ibadah kurban di Nagari Padanglua, terlihat berbeda. Selain jumlah hewan kurban terbanyak, kali ini juga diikuti sekitar 50 orang perantau di Jakarta. Mereka sengaja pulang basamo, melihat perkembangan kampung dan menghimpun persoalan-persoalan di hadapi masyarakat di kampung. (rul/rdo)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA