Date Rabu, 23 July 2014 | 21:11 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

9 Wanita Malam dan Bencong Terjaring

Bermesraan, PNS dan Pengusaha Ditangkap

Selasa, 01-11-2011 | 09:55 WIB | 408 klik
Bermesraan, PNS dan Pengusaha Ditangkap

DIINTEROGASI: Tiga dari 11 orang yang terjaring saat razia diinterogasi di Mako

Aziz Chan, Padek—Jajaran polisi pamong praja (Pol PP) terus menggelar razia penyakit masyarakat (pekat). Dalam razia siang kemarin, sebelas orang terjaring. Sepasang di antaranya, tertangkap basah sedang bermesraan di kompleks GOR H Agus Salim.


Pasangan ilegal itu diketahui seorang pegawai negeri sipil (PNS), dengan teman prianya yang mengaku sebagai pengusaha.
Razia digelar sejak pukul 12.00 sampai 15.00 di dua tempat, di Jalan Veteran (belakang Hotel Sriwijaya) dan GOR H Agus Salim.

Di kawasan Jl Veteran, Satpol PP menjaring 7 cewek dan 2 bencong karena tidak memiliki KTP. Dari laporan masyarakat setempat, mengaku resah karena banyak ditempati wanita-wanita panggilan.


Tujuh cewek yang terjaring tersebut, CH, 15, TR,17, EG, 17, SC, 19, DN, 17. Kemudian, NL, 17, dan LL, 17. RN, 16, dan MN, 29 ditengarai sebagai bencong.


Di kawasan GOR H Agus Salim, Satpol PP menangkap pasangan ilegal; YM, 45, dan IM, 41. Pasangan ini berprofesi sebagai PNS di lngkungan Pemko Padang dan seorang pengusaha.


Di Kantor Pol PP Padang, TR, 17, yang mengaku asal Bogor, mengaku bekerja sebagai wanita penghibur. Dia dijaring Pol PP karena tidak mempunyai KTP.


Tarif TR menemani pria hidung belang di tempat hiburan malam Rp 200 ribu. TR juga melayani jasa short time dengan tarif Rp 800 ribu. “Sekarang nggak (making love) lagi. Saya mau mencari pekerjaan yang halal, malu sama orangtua,” dalih TR kepada Padang Ekspres.


Kepala Kantor Pol PP Padang, Yadrison mengatakan, razia kali ini atas laporan masyarakat yang resah dengan ulah para pekerja malam yang rata-rata tinggal di kawasan Veteran.


“Mereka akan kami bina dan selanjutnya dibebaskan,” tukas Yadrison seraya menyebutkan dalam waktu dekat ini, pihaknya akan memanggil pemilik kos-kosan yang disinyalir tidak memiliki izin itu. (mg11)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA