Date Sabtu, 2 August 2014 | 11:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Sumber Daya Alam

Maksimalkan Potensi Pertanian dan Peternakan

Menelusuri Nagari Gadut, Tilatangkamang

Selasa, 12-04-2011 | 11:36 WIB | 519 klik

Separoh areal Nagari Gadut terdapat lahan pertanian kering dengan komoditi yang beraneka ragam sebagai penunjang perekonomian masyarakat. Umumnya, mata pencariaan penduduk sebagian besar petani, berjualan, berternak dan industri rumah tangga.


“Ubi kayu yang ditanam masyarakat Gadut hasilnya lebih dikenal dengan keripik sanjai. Mulai tahun 2009 melalui badan usaha milik nagari kita telah mencoba mengubah pola ini, yang selama ini memakai sistem petik jual dan diupayakan menjadi petik olah dengan membuat sentra makanan Nagari Gadut sesuai dengan Perna Nagari No 5/2008,” kata Wali Nagari Gadut, Dahrial Malin Saidi, kepada Padang Ekspres, belum lama ini.


Sejak tahun 2009, sebut Dahrial, Nagari Gadut sudah membudayakan tanaman kakao selain ubi kayu. Komoditi ini sudah menjadi produk unggulan di setiap jorong. “Malah, setiap jorong ini dilakukan pemetaan komoditi tanaman seperti tanaman ubi kayu, ubi jalar, sayur-sayuran, jagung, dan tanaman bumbu masak,” katanya.
Di samping pertanian, sebut Dahrial, nagari ini memiliki enam unit komoditi peternakan unggas dengan jumlah ayam petelur 159 ekor dan ayam pedaging 500 ekor per bulan. Di Jorong Kambing VII, misalnya, ditambah dengan ternak ayam kampung. Di mana, 90 persen kepala keluarga beternak ayam kampung yang diperkirakan lebih kurang 20 ribu ekor ayam kampung dan itik 10 ribu ekor. “Dari usaha unggas ini telah menyerap tenaga kerja 50 orang,” ungkapnya.


Untuk ternak kecil seperti kambing dan kelinci di Nagari Gadut hanya sekadar kegiatan tambahan. Namun sejak 2009 sudah ada satu kelompok tani yang bidang usahanya kambing dan kelinci, dengan penghasilan lumayan.


“Untuk ternak besar seperti sapi, Nagari Gadut boleh dikatakan sentra penggemukan sapi, tersebar 1.500 ekor sapi digemukkan masyarakat. Terbukti tiap tahunnya juara kontes pengemukan sapi,” ucapnya.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Nagari Gadut AZ TWK Rajo Sikumbang menjelaskan kiat dalam pemberantasan kemiskinan melalui dana bergulir BMT, Kelompok Usaha Bersama dan koperasi. Sejak tahun 2008 berdasar pendataan September telah terdapat penurunan angka kemiskinan dari 574 rumah tangga miskin (RTM) menjadi 400 rumah tangga miskin RTM.


Langkah dan kiat yang dilakukan nagari, sebut AZ TWK, santunan fakir miskin di TKPK masjid. Sejak 2008 hingga kini sudah dibagikan Rp46 juta ke RTM di Masjid Jamiatul Abrar.
Sementara, santunan anak yatim, setiap masjid dan mushala yang ada di Nagari mempunyai celengan anak yatim yang dibagikan setiap awal tahun ajaran baru dan hari raya. Selama tahun 2008 sudah Rp36 juta yang dibagikan.


“Untuk bedah rumah dilakukan secara swadaya Rp105 juta salah satu RTM di Sungai Talang. Diberikan lengkap dengan peralatan rumah,” tukasnya. (mg7)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA